Daerah  

Turun Bersama Ketua DPRD, Bupati Gede Dana Langsung Bantu Korban Air Bah

turun-bersama-ketua-dprd-bupati-gede-dana-langsung-bantu-korban-air-bah
Bupati Karangasem I Gede Dana (kiri) bersama Ketua DPRD Karangasem I Wayan Suastika, berbaur dengan mayarakat membersihkan puing rumah korban air bah di Banjar Dinas Santi, Desa/Kecamatan Selat.

KARANGASEM, Balifactualnews.com— Bupati Karangasem, I Gede Dana  bersama Ketya DPRD I Wayan Suastika dan Sekda I Ketut Sedana Merta, bergerak cepat dalam menangani musibah air bah yang terjadi di aliran sungai  wilayah Banjar Dinas Santi, Desa/Kecamatan Selat, Kamis (17/10/2022).

Begitu mendengar musibah  tersebut,  Bupati langsung ke lokasi menemui korban yang masih selamat dengan menggelontor sejumlah bantuan. Tak hanya sekadar menggelontorkan bantuan, Bupati  Gede Dana bersama Ketua DPRD I Wayan Suastika,  terlihat berbaur dengan masyarakat, membersihkan puing bagunan yang ambrol dengan mengunakan cangkul.

Baca Juga: Tertimbun Sedalam 2 Meter, Satu Korban Air Bah Ditemukan Meninggal

Pada kesempatan itu,  Bupati Gede Dana juga menyampaikan duka mendalam atas musibah yang menimpa keluarga I Gusti I Gusti Ngurah Supartha (43), yang tinggal dibantaran sungai wilayah  Banjar Santi.

Bupati mengatakan, pihaknya sudah  sering mengingatkan BPBD untuk melakukan cegah dini  terhadap bencana tersebut untuk mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan, baik rawan banjar maupun rawan longsor untuk selalu waspada, tapi yang namanya bencana tentu tidak bisa diprediksi lebih awal.

“ Secara pribadi saya  menyampaikan turut berduka cita atas kejadian ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan  bisa tabah menghadapi musibah ini,”  ucap Bupati.

Korban, kata Bupati, jauh sebelumnya sudah sudah sempat diingatkan oleh bendesa adat untuk pindah dari tempat tinggalnya itu. Tapi  nasehat itu tidak dihiraukan, karena  memiliki keyakinan tidak akan terjadi apa-apa, karena saat eropsi  Gunung Agung, alur sungai Banjar Santi  tidak teraliri lava eropsi.

“Bencana yang terjadi tidak hanya air bah saja. Hujan lebat juga memunculkan berapa tidik tanah longsor, bahkan ada jalan yang terputus dan membuat pengendara terjebak.  Saya sudah perintahkan BPBD untuk secepatnya melakukan assement dan menghitung kerugian yang dimunculkan dalam musibah ini, untuk selanjutnnya bisa diusulkan ke Pemprov dan Pemerintah Pusat,” ucap Bupati, serapa menambahkan, bencana air bah dan tanah longsor juga memunculkan tiga orang meninggal dunia.  (ger/bfn)

Exit mobile version