Badung  

Wabup Badung Ingatkan Tantangan Pembangunan Daerah Semakin Komplek


BADUNG, Balifactualnews.com – Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa mengingatkan peserta pelatihan perencanaan pembangunan dan keuangan daerah yang digelar di Ruang Kriya Gosana Puspem Badung, Kamis (16/1/20), dapat memotivasi peserta dalam menghadapi pembangunan daerah yang semakin komplek.

“Berkenaan dengan pelaksanaan pelatihan perencanaan pembangunan daerah ini, saya minta kepada peserta pelatihan untuk mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh karena keberhasilan penyusunan dokumen perencanaan dan penganggaran sangat tergantung dari kesungguhan saudara,” kata Suiasa.

Hal ini telah diatur dalam Peraturan Mendagri nomor 90 tahun 2019 tentang Klasifikasi Kodefikasi dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah yang merupakan penjabaran dari PP nomor 12 tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, akan berdampak signifikan terhadap penyusunan dokumen perencanaan dan penganggaran tahun 2021.

“Jadi Ikuti pelatihan ini sampai selesai dan diskusikan dengan narasumber hal hal yang belum jelas. Setelah pelatihan ini saya harapkan seluruh peserta sudah bisa menyampaikannya kepada seluruh jajaran di perangkat daerah masing-masing sehingga penerapan Peraturan Menteri Dalam Negeri ini tidak menghambat proses penyusunan rencana kerja pemerintah daerah.” tegas Wakil Bupati.

Oleh karena itu, pelatihan perencanaan pembangunan daerah ini memiliki peranan penting bagi pemerintah kabupaten Badung, terutama bagi yang terlibat langsung dalam proses penyusunan dokumen perencanaan dan penganggaran.

Sementara, Kepala BKPSDM kabupaten Badung Gede Wijaya melaporkan pelatihan ini bertujuan untuk mengantisipasi perkembangan dan menghadapi tantangan pembangunan daerah yang sudah semakin kompleks, menuntut pengetahuan dan keterampilan profesional yang lebih baik dalam bidang perencanaan pembangunan dan keuangan daerah.

“Pelaksanaan pelatihan ini didasari agar proses perencanaan dari bawah, yang diyakini akan lebih mengejawantahkan aspirasi, permasalahan dan kebutuhan masyarakat, dapat terselenggara secara lebih mantap, efisien dan efektif,” ucapnya.

Untuk itu, perencanaan pembangunan dan keuangan dari bawah merupakan salah satu cara terbaik untuk memperbesar peran serta aktif masyarakat, agar pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi sesuai dengan potensi dan kebutuhan daerah dapat terlaksana secara optimal.

“Diharapkan dengan pelatihan ini para peserta pelatihan memahami cara menyusun program dan kegiatan pembangunan daerah dalam dokumen perencanaan pembangunan dan keuangan daerah, berdasarkan Permendagri nomor 90 tahun 2019 tentang klasifikasi kodefikasi dan nomenklatur perencanaan pembangunan dan keuangan,” katanya.

Upaya ini sebagai wujud pembangunan daerah sejalan dengan RPJMD maupun RPJPD yang ditetapkan oleh Kabupaten Badung.(rus/ger)

Exit mobile version