KARANGASEM, Balifactualnews.com Desa Adat Dukuh Penaban, berhasil menumbuhkan semangat warganya dalam melanjutkan pembanguan Museum Pustaka Lontar, milik desa adat setempat. Tidak tanggung-tanggung demi terwujudkan “rumah” pelestarian tradisi leluhur itu, warga rantauan Dukuh Penaban menggelontorkan bantuan dana sebesar Rp 100 juta.
Bersamaan Aci Purnama Kapat di pelataran Pura Puseh dan Bale Agung Desa Dukuh Penaban, Minggu (13/10/19), bantuan berupa uang tunai tersebut diserahkan langsung I Ketut Sulendra dan Ni Komang Ribek, diterima Bendesa Adat Dukuh Penaban I Nengah Suarya, disaksikan prajuru adat lainnya dan masyarakat.
Disela-sela penyerahan punia tersebut, Komang Ribek dihadapan krama Dukuh Penaban, mengatakan, pihaknya merasa terpanggil untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan museum tersebut, karena usaha yang di gagas dan di laksanakan krama desa tersebut telah mampu membuat kebanggaan seluruh masyarakat Desa Adat Dukuh Penaban.
“Sebuah kebanggaan yang tidak ternilai, saya haru dan gembira karena semua krama Dukuh Penaban sudah mampu membangun jati diri yang sangat luar biasa,” jelasnya. Ribek mengakui, krama desa yang tinggal di desa telah berbuat maksimal meski dalam hal ditengah keterbatasan yang dimiliki.
Kendati demikian pihaknya mengaku salut, ditengah keterbatasan itu semua krama desa Dukuh Penaban memiliki visi yang sama, yakni semangat “ngayah” untuk kemajuan desa. “Saya sangat berterimakasih atas apa yang dilakukan para prajuru desa dan masyarakat Dukuh Penaban, kami yang tinggal di luar (dirantauan) siap membantu dengan upaya maksimal,” ucapnya.
Bersamaan penyerahan bantuan punia pembangunan museum oleh warga rantauan Dukuh Penaban, anggota DPRD Provinsi Bali, Ni Putu Yuli Artini, juga menyerahkan bantuan sosial berupa pengadaan seperangkat gong kebyar. Bantuan seninlai Rp 175 juta itu diserahkan langsung kepada kelian sekaa Gong, I Wayan Ganda Rai.
Selain memberikan penghargaan kepada warganya, Desa Adat dukuh penaban juga memberikan penghargaan dan pengakuan kepada Ida I Dewa Gde Catra sebagai warga Kehormatan Desa Adat Dukuh Penaban atas jasa-jasanya terhadap desa Adat Dukuh Penaban jauh sebelum di dirikannya Museum Pustaka Lontar. Penyerahan penghargaan sebagai warga kehormatan diserahkan langsung oleh Bendesa Adat Dukuh Penaban I Nengah Suarya disaksikan krama desa yang hadir sekitar 700 orang lebih.
