Balifactualnews.com, Ketika anda berusia 30 sampai 40 tahun, membahas tentang penyakit merapuhnya tulang yang biasa disebut Osteoporosis, asumsi kita adalah hal itu akan terjadi di kemudian hari ketika anda mulai mengompil dan rapuh seiring bertambahnya usia.
kabar baiknya, untuk anda dengan umur tersebut apa yang anda pikirkan adalah benar. Seorang konsultan senior di Divisi Endokrinologi Rumah Sakit Universitas Nasional mengatakan, risiko terkena Osteoporosis itu meningkat bagi mereka yang berusia 50-a, dimana risiko terserang rapuhnya tulang lebih banyak menyerang wanita daripada pria. Namun berita buruknya adalah setiap orang termasuk nda tidak kebal terhadap serangan Osteoporosis itu.
“Kami melihat ada sebagian dari pasien yang berusia lebih muda terserang Osteoporosis, karena gaya hidup mereka. Selain penyakit lain yang menyerang mereka seperti diabetes, kanker payudara dan kanker lainnya,” kata Dr Chionh.
Dilansir dari artikel Can lifestyle. Dr Chionh yang juga merupakan presiden dari perkumpulan Osteoporosis di Singapura menambahkan, bahwa pria dan wanita yang lebih muda juga mungkin memiliki tulang rapuh jika mereka memiliki Rheumatoid arthritis atau Hipertiroidisme.
“Beberapa obat umum, seperti Omeprazole anti-lambung, juga dapat berkontribusi pada pengeroposan tulang. Yang lebih mengkhawatirkan lagi adalah bahwa banyak orang bahkan tidak sadar mengidapnya,” ungkapnya.
Senada dengan Dr Chionh, seorang ahli bedah ortopedi di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Dr Ramesh Subramaniam juga mengatakan, tanda tanda kemunculan Omeprazole karena tidak ada gejala sampai seseorang benar-benar mengalami patah tulang, katanya.
Menurut Dr. Subramaniam, tubuh manusia akan mencapai massa puncak jumlah tulang maksimum saat anda di usia awal 20-an. Jika anda perempuan, dan akhir 20-an jika anda laki-laki.
“Setelah itu, atau kira-kira di atas usia 30, massa tulang secara bertahap menurun,” tambahnya.
Dr Chionh menambahkan : “Jika ada latihan yang tidak memadai atau periode imobilitas yang disebabkan oleh penyakit, sejumlah besar tulang dapat hilang. Jika kurangnya penyerapan kalsium oleh tubuh maka tubuh akan terpaksa mengeluarkan kalsium dari tulang untuk menjaga tingkat kalsium darah tetap normal.
“Kalsium dalam darah diperlukan untuk kesejahteraan kita dan juga membantu fungsi-fungsi seperti pembekuan darah. Setidaknya satu hal yang kita tahu tentang osteoporosis, itu adalah bahwa asupan kalsium seseorang sangat penting. intinya beberapa kegiatan kita sehari-hari sangat berpengaruh pada jumlah kalsium dalam tubuh kita, yang mungkin membuat Anda rentan terhadap osteoporosis di kemudian hari.
Ada satu hal yang diungkap oleh Dr Subramaniam, bahwa banyak minuman ringan juga dikaitkan dengan kepadatan mineral tulang yang lebih rendah di sendi pinggul dalam beberapa penelitian, iapun menambahkan salah satu faktor perampok tulang adalah fosfor, yang ditemukan dalam jumlah tinggi di beberapa minuman ringan.
“Ini mengarah pada ketidakseimbangan antara fosfor dan kadar kalsium dalam tubuh. Banyak minuman ringan juga mengandung kafein, yang diketahui berkontribusi pada peningkatan ekskresi kalsium,” lanjutanya.












