16 Jiwa Warga Desa Bukit Karangasem Mengungsi

16-jiwa-warga-desa-bukit-karangasem-mengungsi
Senderan jalan kabupaten jebol akibat diterjang hujan deras. Kondisi tanah yang labil membuat 16 jiwa dsri 3 KK warga Dusun Kampung Anyar, Desa Bukit mengungsi ke tempat yang lebih aman

KARANGASEM, Balifactualnews.com—Cuaca ekstrim masih terus melanda  sebagian wilayah di Bali termasuk di Karangasem.  Tingginya curah hujan membuat kontur tanah menjadi labil hingga mengakibatkan longsor.

Di Karangasem dilaporkan  sebanyak 16 orang warga  dari 3 KK di Dusun Kampung Anyar, Desa Bukit, Kecamatan Karangasem, memilih mengungsi ke rumah kerabat terdekat. Jalan itu dipilih karena senderan  jalan  kabupaten sepanjang 6 meter dan tinggi 15 meter  ambrol dan  hampir menimbun tiga rumah yang ada di bawahnya, Sabtu (11/2/2023).

Kepala Pelaksana BPBD Karangasem Ida Bagus Ketut Arimbawa, melalui Kabid  Kedaruratan dan Logistik, Eka Tirtana, mengatakan, senderan jalan kabupaten itu jebol  sekitar pukul 10.00 Wita.   Dia mengatakan penanganan terhadap material longsoran itu sudah dilakukan, hanya saja  akibat masih ada tanah yang berjatuhan membuat penanganan belum bisa dituntaskan.

Tiga KK Warga Kampung Anyar, Desa Bukit yang mengungsi, yakni, Madsahri (3 jiwa), M Sodri ( 7  jiwa  termasuk dua orang balita) dan   Alidin (6 jiwa).

“Senderan jalan kabupaten memang belum sampai menimbun rumah,  tapi karena tanah  di lokasi berjatuhan  membuat warga  yang tinggal dibawah senderan jalan kabupaten itu mungungsi. Kami berharap  kondisinya  membaik dan tanah yang berjatuhan tidak sampai menimbun rumah warga,” ucap Eka Tirtana.

Melihat kondisi tanah yang ada di lokasi, lanjut Eka Tirtana, pihaknya juga meminta kepada pemilik rumah untuk mengamankan barang-barang  yang ada di dalam rumah. Langkah itu dilakukan sebagai antisipasi terhadap kemungkinan buruk yang terjadi atas longsornya senderan jalan kabupaten tersebut.

“Arus lalu lintas untuk kendaraan roda empat kami tutup untuk sementara.  Ini kami lakukan karena kondisi tanah di lokasi masih labil,” jelas Eka Tirtana, seraya menghimbau, agar masyarakat disekitar area longsoran selalu berhati-hati, karena tanah masih labil. (tio/bfn)

 

Exit mobile version