KARANGASEM, Balifactualnews.com—Cuaca ekstrim masih terus melanda sebagian wilayah di Bali termasuk di Karangasem. Tingginya curah hujan membuat kontur tanah menjadi labil hingga mengakibatkan longsor.
Di Karangasem dilaporkan sebanyak 16 orang warga dari 3 KK di Dusun Kampung Anyar, Desa Bukit, Kecamatan Karangasem, memilih mengungsi ke rumah kerabat terdekat. Jalan itu dipilih karena senderan jalan kabupaten sepanjang 6 meter dan tinggi 15 meter ambrol dan hampir menimbun tiga rumah yang ada di bawahnya, Sabtu (11/2/2023).
Kepala Pelaksana BPBD Karangasem Ida Bagus Ketut Arimbawa, melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Eka Tirtana, mengatakan, senderan jalan kabupaten itu jebol sekitar pukul 10.00 Wita. Dia mengatakan penanganan terhadap material longsoran itu sudah dilakukan, hanya saja akibat masih ada tanah yang berjatuhan membuat penanganan belum bisa dituntaskan.
Tiga KK Warga Kampung Anyar, Desa Bukit yang mengungsi, yakni, Madsahri (3 jiwa), M Sodri ( 7 jiwa termasuk dua orang balita) dan Alidin (6 jiwa).
“Senderan jalan kabupaten memang belum sampai menimbun rumah, tapi karena tanah di lokasi berjatuhan membuat warga yang tinggal dibawah senderan jalan kabupaten itu mungungsi. Kami berharap kondisinya membaik dan tanah yang berjatuhan tidak sampai menimbun rumah warga,” ucap Eka Tirtana.
Melihat kondisi tanah yang ada di lokasi, lanjut Eka Tirtana, pihaknya juga meminta kepada pemilik rumah untuk mengamankan barang-barang yang ada di dalam rumah. Langkah itu dilakukan sebagai antisipasi terhadap kemungkinan buruk yang terjadi atas longsornya senderan jalan kabupaten tersebut.
“Arus lalu lintas untuk kendaraan roda empat kami tutup untuk sementara. Ini kami lakukan karena kondisi tanah di lokasi masih labil,” jelas Eka Tirtana, seraya menghimbau, agar masyarakat disekitar area longsoran selalu berhati-hati, karena tanah masih labil. (tio/bfn)













