DENPASAR, Balifactualnews.com – Dukungan kepada atlet Panahan Bali RMG yang mencari keadilan melalui jalur (Badan Arbitrase Keolahragaan Indonesia (BAKI) mendapat dukungan dari berbagai kalangan.
Nampaknya kasus RMG ini mirip terjadi di salah satu Kota di Jawa Barat untuk level dalam rangka persiapan Porprov Jawa Barat. Bahkan karena saking kecewanya, sampai atlet tersebut tidak mau melihat busur Panahannya dan bahkan sampai menendang busurnya.
“Untuk tingkat Kabupaten/ Kota saja seperti itu apalagi pada level Tim Nasional. Oknum PB. Perpani tidak memikirkan dampak burnout dari atlet. Hal itu bisa terjadi biasanya karena sang pengambil keputusan adalah bukan berlatar belakang seorang atlet dan juga tidak pernah menciptakan atlet yang mempunyai Prestasi baik level Provinsi apalagi Tingkat Nasional,” tutur Infithar Fajar Putra orang tua RMG di Denpasar, Minggu (19/4/2026).
Anehnya, tidak ada atlet ADP dipanggil ke depan oleh Kabid Binpres dan Termohon III selaku Wakil Ketua II, saat dipanggil diperkenalkan sebagai atlet yang lolos Pelatnas SEA Games XXXIII 2025 di Super Soccer Arena, Kudus, Jawa Tengah.
Seperti diketahui Gusti merupakan atlet panahan muda Bali masa depan Indonesia dengan prestasinya. Buktinya, baru baru ini pada Kejuaraan Grand Triumph Indoor International 2024 di Yogyakarta,Gusti sapu bersih 2 medali emas Recurve, dan diapresiasi oleh atlet Compound Malaysia, yg juga sapu bersih 2 medali emas Compound. Sementara ADP juga turun mewakili Indonesia hanya meraih perunggu kualifikasi dan wo di semifinal. (ena/bfn)













