3.000 Warga Jungutan Menanti Air, Mata Air Gua Jadi Harapan

3-000-warga-jungutan-menanti-air-mata-air-gua-jadi-harapan
Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata bersama jajaran Dinas PUPRPKim saat menyerap aspirasi warga terkait persoalan akses air bersih di Desa Jungutan, Bebandem, Rabu (23/9).

KARANGASEM, Balifactualnews.com – Persoalan air bersih masih membelit tujuh dari 12 dusun di Desa Jungutan, Kecamatan Bebandem, Karangasem. Hampir 3.000 warga di Dusun Nampo, Batu Ampin, Kubu Pangi, Pangleg, Yeh Kori, Untalan dan Galih hingga kini belum terakses layanan air bersih.

Masalah tersebut mencuat saat Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata menyerap aspirasi warga di Desa Jungutan, Rabu (23/9). Bersama Dinas PUPRPKim, bupati turun langsung melihat kebutuhan sekaligus menjajaki solusi pemenuhan air bersih bagi kawasan atas Jungutan.

Salah satu sumber yang dibidik adalah Mata Air Gua. Bupati menginstruksikan Dinas PUPRPKim segera menyusun perencanaan teknis, termasuk menyiapkan Detail Engineering Design (DED).

Perbekel Jungutan I Wayan Wastika mengatakan persoalan air bersih dipengaruhi kondisi geografis. Lima dusun sudah mendapat pasokan dari Mata Air Telaga Tista, sedangkan tujuh dusun di kawasan perbukitan bawah Gunung Agung belum terlayani.

“Di Jungutan ada 12 dusun. Baru lima dusun yang bisa terakses air bersih, sedangkan tujuh dusun di atas belum mendapat akses,” ujar Wastika, Kamis (24/9).

Untuk melayani kawasan atas, Mata Air Gua dinilai berpotensi menjadi sumber pasokan. Sumber tersebut telah mendapat izin dari desa adat untuk dimanfaatkan bagi kebutuhan masyarakat.

Kabid Cipta Karya Dinas PUPRPKim Karangasem I Ketut Prama Budarta mengatakan pihaknya kini melakukan survei dan menghitung skema teknis penyaluran air.

“Perintahnya Bapak Bupati, kita di PU segera merancang dan merencanakan ini. Di perubahan ini kita siapkan untuk penyusunan DED,” kata Prama.

Tantangannya, posisi Mata Air Gua lebih rendah dibandingkan permukiman warga. Karena itu, air membutuhkan sistem pengangkatan dan jaringan distribusi. Dalam kajian awal, air idealnya diangkat melalui tiga tahap hingga Bukit Cemara. Alternatif dua tahap juga akan dihitung.

“Nanti kita buat beberapa skema. Yang penting warga dapat air, mau dari sumber Mata Air Gua, dari embung, atau dari mana pun itu,” tegas Prama.

Penyusunan DED direncanakan masuk Perubahan APBD 2026. Nilai anggaran pembangunan belum dapat dipastikan karena masih menunggu hasil perencanaan teknis.

Jika perencanaan dan penganggaran berjalan sesuai tahapan, pembangunan jaringan air bersih ditargetkan dapat direalisasikan pada 2027. Bagi warga tujuh dusun di kawasan atas Jungutan, proyek tersebut bukan sekadar pembangunan infrastruktur, tetapi jawaban atas kebutuhan dasar yang selama ini belum terlayani. (tio/bfn)

Exit mobile version