KARANGASEM, Balifactualnews.com – Musim kemarau, membuat ratusan kepala keluarga (KK) warga Desa Ban, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem mengalami kesulitan air. Data yang dihimpun dari pemerintahan Desa Ban, sampai saat ini tercatat sebanyak 625 KK warga disana mengalami kesulitan air bersih.
Perbekel Desa Ban, I Gede Tamu Sugiharta mengatakan, kesulitan air yang dialami warganya terjadi sejak sebulan lalu akibat kemarau. Berbeda dari daerah lainnya di Bali, yang meski telah memasuki musim kemarau, namun masih turun hujan. Sementara di DesaBan, hampir tidak pernah turun hujan.
”Setiap musim kemarau, warga disini selalu kesulitan air bersih. Saat ini, warga kami yang mengalami kesulitan air bersih mencapai ratusan KK,” kata Tamu Sugiantara, dikonfirmasi, Minggu (25/8).
Dia menuturkan, warga yang paling terdampak kesulitan air terjadi pada banjar yang lokasinya di bagian atas. Tamu Sugiantara merinci, di Banjar Beling tercatat 275 KK yang kesulitan air bersih akibat kemarau. Di Bonyoh 125 sebanyak KK, di Banjar Cucut Dukuh Tangeban 57 KK, dan Banjar Manik Aji Atas 37 KK.
”Banjar Manik Aji atas, hampir tidak pernah dapat bantuan air bersih. Selain lokasinya berada diatas dan susah dijangkau. Sementara yang lainnya telah dibantu dari BPBD Provinsi dan Kabupaten,” jelasnya.
Sementara itu, agar bisa mencukupi kebutuhan air bersih, warga Desa Ban yang terdampak harus ekstra irit memanfaatkan air bantuan yang didistribusikan pemerintah.
“Warga juga sering membeli air. Hanya saja, harganya lumayan mahal. Satu tangki air, warga harus membeli dengan harga Rp 450 ribu dengan cara patungan,” jelasnya.
Hingga saat ini, pihaknya terus mengupayakan bantuan air dari pemerintah untuk bisa memenuhi kebutuhan warga. Menurut Tamu, penyebab lain yang membuat warga Desa Ban kesulitan air bersih, karena pipa air sepanjang 6 kilometer terbakar saat lahan lereng Gunung Agung terbakar akibat tahun lalu. Hingga saat ini, pihaknya berharap agar perbaikan segera dilakukan untuk meringankan beban warga yang mengalami kesulitan air saat kemarau.
Tamu berharap, bantuan air dari pemerintah (BPBD Karangasem) terus didistribusikan agar warga benar-benar telayani akan pemenuhan kebutuhan dasar tersebut. (tio/bfn)













