Mengapa Israel dan Iran Terlibat Perang

mengapa-israel-dan-iran-terlibat-perang
Perang Israel-Iran. Kanan Pemimpin Iran, Ayatullah Khamenei dan kiri pemimpin Israel, Benjamin Netanyahu.

JAKARTA, Balifactualnews.com – Ketegangan berkepanjangan antara Israel dan Iran akhirnya memuncak menjadi konfrontasi militer terbuka, menandai salah satu titik paling genting di kawasan Timur Tengah dalam dua dekade terakhir. Konflik ini bukan muncul tiba-tiba, tetapi merupakan akumulasi dari rivalitas ideologis, kepentingan geopolitik, dan tindakan militer yang saling memprovokasi.

Israel dan Iran telah lama berseteru, baik secara langsung maupun melalui perang proksi di kawasan seperti Suriah, Lebanon, dan Gaza. Israel memandang Iran sebagai ancaman eksistensial, terutama karena ambisi nuklir Teheran dan dukungannya terhadap kelompok-kelompok seperti Hizbullah di Lebanon dan Hamas di Gaza, yang dianggap Israel sebagai organisasi teroris.

Iran di sisi lain melihat Israel sebagai perpanjangan pengaruh Barat di Timur Tengah dan menuduh negara Yahudi itu melakukan agresi terhadap kepentingan dunia Islam.

Konflik terbaru ini dipicu oleh serangan udara yang diduga dilakukan oleh Israel terhadap fasilitas militer Iran di Suriah pada awal Mei 2025. Serangan tersebut menewaskan beberapa perwira tinggi Garda Revolusi Iran. Sebagai balasan, Iran meluncurkan rudal jarak jauh ke wilayah Israel, yang kemudian dibalas kembali dengan gelombang serangan udara oleh militer Israel ke wilayah-wilayah strategis Iran, termasuk pangkalan nuklir.

Situasi ini berkembang cepat menjadi konflik terbuka, dengan kedua negara secara resmi mengakui aksi militer dan menyatakan siap untuk “membela kedaulatan negara masing-masing.”

Perang ini menimbulkan kekhawatiran luas akan ketidakstabilan regional yang lebih besar. Negara-negara Arab di Teluk, yang sebagian bersekutu secara diam-diam dengan Israel, kini berada dalam posisi sulit. Sementara itu, kekuatan besar dunia seperti Amerika Serikat, Rusia, dan Tiongkok menyerukan de-eskalasi, namun belum menunjukkan langkah konkret untuk mediasi.

PBB mengadakan sidang darurat Dewan Keamanan dan menyerukan gencatan senjata segera, tetapi belum ada resolusi yang disepakati karena perbedaan pandangan antaranggota tetap.

Perang antara Israel dan Iran adalah puncak dari perseteruan panjang yang melibatkan ideologi, militer, dan perebutan pengaruh di Timur Tengah. Di tengah meningkatnya korban sipil dan kekhawatiran akan meluasnya konflik, dunia kini menyaksikan dengan tegang apakah diplomasi masih dapat memadamkan api perang sebelum membakar kawasan lebih luas lagi. (ger/bfn)