Jalan Harapan untuk Kubakal, Saat TNI dan Warga Menjemput Perubahan

jalan-harapan-untuk-kubakal-saat-tni-dan-warga-menjemput-perubahan
Anggota Satgas TMMD ke-128 Kodim 1623/Karangasem bersama warga Dusun Kubakal, Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, bergotong royong menyelesaikan pembangunan rabat beton yang menjadi akses vital masyarakat.

KARANGASEM, Balifactualnews.com – Di tengah kontur perbukitan Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, semangat gotong royong terus bergema. Deru alat berat berpadu dengan kerja keras prajurit TNI dan masyarakat yang bahu-membahu membangun akses jalan rabat beton di Dusun Kubakal. Jalan yang selama bertahun-tahun menjadi harapan warga, kini perlahan terwujud melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 1623/Karangasem.

Bagi masyarakat Kubakal, pembangunan jalan bukan sekadar proyek infrastruktur. Jalan adalah akses utama menuju sekolah, layanan kesehatan, pasar, hingga jalur distribusi hasil pertanian dan peternakan yang selama ini menjadi penopang ekonomi warga.

Program TMMD ke-128 resmi dibuka pada Rabu, 22 April 2026 dan dijadwalkan berakhir pada Kamis, 21 Mei 2026, dengan lokasi utama pelaksanaan di Dusun Kubakal, Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem.

Salah satu sasaran fisik utama adalah pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1.450 meter, lebar 3 meter, dan tebal 15 sentimeter yang menghubungkan Dusun Kubakal dengan Dusun Alas Ngandang. Selain itu, Satgas juga mengerjakan pembangunan lima titik dinding penahan tanah, empat titik gorong-gorong, lima pasang leneng, serta dua titik beton cyclop untuk memperkuat konstruksi jalan.

Komandan Satgas TMMD ke-128 Kodim 1623/Karangasem, Letkol Inf Gurbasa Samosir, menegaskan bahwa TMMD bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Program TMMD bukan hanya membangun jalan, tetapi juga menghadirkan solusi atas persoalan akses yang selama ini dihadapi warga. Kehadiran jalan rabat beton ini diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mendongkrak perekonomian lokal melalui distribusi hasil pertanian dan peternakan yang lebih efisien,” ujarnya, Senin (18/5).

Selama ini, warga Kubakal harus berjibaku dengan kondisi jalan yang rusak, licin, dan berlumpur, terutama saat musim hujan. Kondisi tersebut kerap menghambat aktivitas masyarakat, mulai dari anak-anak menuju sekolah hingga distribusi hasil panen ke pasar.

Kini, perubahan mulai terlihat. Setiap hari, anggota Satgas TMMD bersama warga bergotong royong menyelesaikan pembangunan. Prajurit TNI tampak menyatu dengan masyarakat, memanggul material, meratakan adukan semen, hingga bekerja dari pagi hingga senja.
Menurut Letkol Gurbasa, kehadiran TNI di tengah masyarakat merupakan implementasi nyata dari 8 Wajib TNI, khususnya kewajiban menjadi pelopor dalam membantu mengatasi kesulitan rakyat.

“TNI harus selalu hadir di tengah kesulitan masyarakat. Ini bukan sekadar slogan, tetapi komitmen nyata yang kami laksanakan melalui TMMD,” tegasnya.

Selain sasaran fisik, TMMD ke-128 juga menyasar berbagai kegiatan nonfisik berupa penyuluhan wawasan kebangsaan, penanggulangan bencana, pertanian, peternakan, hukum, kamtibmas, kesehatan, pencegahan narkoba, hingga stunting dan rekrutmen TNI.

Tak hanya itu, program tambahan juga digulirkan seperti rehabilitasi lima rumah tidak layak huni, pembangunan lima unit MCK, pembuatan dua sumur bor, pemasangan pipanisasi sepanjang 1.500 meter, pembangunan lapangan voli, penghijauan dengan penanaman 4.000 pohon, pembersihan sungai dan pasar desa, hingga pemberian 300 paket sembako kepada warga.

Bagi masyarakat Kubakal, pembangunan ini bukan sekadar membuka jalan, tetapi membuka masa depan. Jalan yang layak akan memangkas waktu tempuh, menekan biaya transportasi, mempermudah akses pendidikan, dan membuka peluang ekonomi baru.

TMMD ke-128 di Karangasem kembali membuktikan bahwa pembangunan terbaik lahir dari kebersamaan. Ketika TNI dan rakyat berjalan seiring, keterisolasian dapat dipatahkan dan harapan baru dibangun di atas fondasi yang kokoh.

Dusun Kubakal kini tak lagi sekadar menunggu perubahan. Perubahan itu sedang diwujudkan, meter demi meter, lewat kerja nyata dan semangat pengabdian. (tio/bfn)