KARANGASEM, Balifactualnews.com – Tidak semua ASN yang bekerja baik tampil di depan. Sebagian justru bekerja dalam senyap, konsisten menjalankan tugas, tetapi hasilnya terasa bagi organisasi dan masyarakat. Kini, mereka mulai mendapat panggung.
Pemerintah Kabupaten Karangasem melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) untuk pertama kalinya menggelar Lomba ASN Inspiratif 2026. Sebanyak 142 ASN mendaftar dalam ajang yang diarahkan untuk menemukan aparatur dengan kinerja, integritas, inovasi dan kontribusi nyata.
Dari jumlah tersebut, proses seleksi mengerucut menjadi 10 kandidat. Lima kandidat terbaik kemudian akan mengikuti wawancara bersama Bupati Karangasem dan Sekretaris Daerah untuk menentukan tiga besar.
Kepala BKPSDM Karangasem, Tjok Alit Surya Prabawa, mengatakan lomba tersebut bukan sekadar mencari siapa yang paling menonjol, tetapi memberikan ruang apresiasi kepada ASN yang selama ini bekerja konsisten di balik layar.
“Belum tentu yang banyak bicara itu kinerjanya bagus. Ada juga yang bekerja dalam senyap, tetapi hasil kerjanya nyata,” ujarnya, Jumat (30/10).
Menurutnya, selama ini penghargaan terhadap ASN berprestasi masih relatif terbatas. Padahal, banyak aparatur yang menunjukkan kinerja baik tanpa harus tampil atau mencari perhatian.
Karena itu, seleksi ASN Inspiratif dirancang tidak hanya berdasarkan penampilan saat wawancara. Rekam jejak peserta ikut menjadi pertimbangan.
Penilaian dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari pemeriksaan administrasi, rekam jejak dalam sistem informasi kepegawaian hingga wawancara oleh tim independen. Kinerja, kedisiplinan, pendidikan, penghargaan, pengembangan kompetensi serta riwayat hukuman disiplin turut diperiksa.
Aspek inovasi, kolaborasi, komunikasi, kepemimpinan, pengetahuan umum dan sejumlah kompetensi lainnya juga menjadi bagian dari penilaian.
“Ini baru pertama kali digelar. Kami ingin menjadikannya sebagai agenda rutin untuk memotivasi ASN agar terus meningkatkan kinerja dan kedisiplinan,” kata Tjok Alit.
Peserta berasal dari pejabat fungsional di berbagai organisasi perangkat daerah, termasuk satuan pendidikan. Proses penilaian rekam jejak juga memanfaatkan sistem informasi kepegawaian seperti CASN, Simata dan presensi daring.
Pemanfaatan sistem digital tersebut membuat proses seleksi dapat dilakukan lebih efektif tanpa terlalu mengganggu tugas peserta di instansi masing-masing.
Bukan sekadar pin penghargaan
BKPSDM menyiapkan penghargaan berupa pin emas, perak dan perunggu, lengkap dengan piagam serta piala bagi para pemenang.
Penyematan pin direncanakan dilakukan saat upacara peringatan HUT Korpri.
Namun, penghargaan tidak berhenti pada simbol. BKPSDM juga sedang menyiapkan skema pemberian tambahan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) selama dua bulan bagi ASN berprestasi. Skema tersebut masih dalam tahap persiapan dan ditargetkan dapat direalisasikan mulai 2027.
Bagi BKPSDM, penghargaan tersebut diharapkan menjadi pemantik perubahan budaya kerja birokrasi.
ASN tidak hanya didorong mengejar jabatan, tetapi juga menghasilkan inovasi, membangun kolaborasi, meningkatkan kompetensi dan memberikan pelayanan terbaik.
Dengan demikian, ASN Inspiratif tidak berhenti sebagai lomba tahunan untuk memilih tiga orang terbaik. Lebih jauh, ajang tersebut diharapkan menjadi cara baru Pemkab Karangasem menemukan dan memberi ruang kepada ASN yang bekerja nyata, meski tidak selalu terlihat. (ger/bfn)













