Gus Par Tekankan Keamanan Bali Coast Trail, 2.000 Pelari Bakal Gerakkan Ekonomi Karangasem

gus-par-tekankan-keamanan-bali-coast-trail-2-000-pelari-bakal-gerakkan-ekonomi-karangasem
Panitia Bali Coast Trail bersama PHRI Karangasem i Wayan Kariasa dan Kadis Pariwisata I Putu Eddy Surya Artha saat melakukan audiens ddngan Bupati karangasem I Gusti Putu Parwata . Event perdana ini menargetkan 2.000 peserta dan mengambil start-finish di kawasan Candidasa.

KARANGASEM, Balifactualnews.com – Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata meminta penyelenggara Bali Coast Trail memperkuat koordinasi lintas sektor menjelang pelaksanaan ajang trail running yang diproyeksikan diikuti hingga 2.000 peserta dari berbagai daerah dan mancanegara.

Koordinasi dengan kepolisian, pecalang, desa dinas dan desa adat dinilai penting untuk memastikan keamanan serta kenyamanan peserta maupun masyarakat yang berada di sepanjang lintasan.

“Koordinasi harus dilakukan dengan baik, terutama dengan kepolisian dan pecalang. Keamanan dan kenyamanan peserta serta masyarakat harus menjadi perhatian utama,” ujar I Gusti Putu Parwata saat menerima adiensi panitia Coast Trail Candidasa di ruang kerjanya, Senin (26/10)

Selain pengamanan, Bupati juga meminta skrining kesehatan peserta dilakukan sebelum perlombaan. Langkah tersebut diperlukan untuk mengantisipasi risiko kesehatan, mengingat peserta akan menempuh lintasan dengan jarak dan karakter medan yang berbeda.

Bali Coast Trail akan digelar di kawasan Candidasa, Kecamatan Manggis, pada 12–13 Desember 2026. Ajang yang digagas komunitas Bali Trail Running (BTR) ini menjadi penyelenggaraan perdana trail running di Karangasem.

Hingga kini, sebanyak 1.630 peserta telah mendaftar. Angka tersebut masih berpeluang bertambah karena pendaftaran belum ditutup. Penyelenggara bahkan menargetkan sedikitnya 2.000 peserta.

Bagi Karangasem, kedatangan ribuan pelari dan pendamping bukan semata agenda olahraga. Event ini diharapkan menciptakan pergerakan ekonomi baru, terutama bagi hotel, restoran, transportasi serta pelaku usaha masyarakat di sepanjang kawasan kegiatan.

Ketua PHRI Karangasem I Wayan Kariasa menyebut geliat pemesanan kamar hotel untuk periode 11–13 Desember mulai terlihat, khususnya di kawasan Candidasa.

“Kita berharap semua peserta bisa menginap di Karangasem, khususnya di kawasan Candidasa, sehingga nantinya ada dampak terhadap pariwisata kita,” kata Kariyasa, Ketua PHRI Karangasem

Menurut dia, PHRI mendukung penyelenggaraan Bali Coast Trail sebagai momentum memperkuat promosi Candidasa sekaligus mendorong tingkat hunian hotel.

“Kami dari PHRI sangat mendukung semaksimal mungkin untuk meningkatkan promosi destinasi wisata di Candidasa dan meningkatkan tingkat hunian,” ujarnya.

Bali Coast Trail mempertandingkan empat kategori, yakni 7 kilometer, 15 kilometer, 30 kilometer dan 50 kilometer. Seluruh kategori mengambil start dan finish di kawasan Candidasa.

Lintasan akan membawa peserta menjelajah wilayah Manggis dan Bebandem dengan karakter medan yang beragam, mulai kawasan pesisir, perbukitan, perkebunan hingga ruas jalan yang bersinggungan dengan permukiman warga.

Namun, besarnya potensi promosi dan ekonomi tersebut juga menyisakan sejumlah pekerjaan rumah. Salah satunya menyangkut kondisi jalur lomba.

PHRI meminta pemerintah dan panitia memastikan seluruh lintasan aman sebelum peserta mulai berlari. Kondisi trotoar yang berlubang atau rusak menjadi salah satu perhatian, terlebih sejumlah kategori akan dimulai sejak dini hari.

“Dari segi kenyamanan, ada beberapa trotoar yang jebol atau berlubang. Ini perlu mendapat perhatian. Kalau bisa, sebelum kegiatan sudah rampung sehingga tidak menyebabkan peserta terjatuh atau mengalami kecelakaan,” tegas Kariasa.

Selain kondisi jalan, keberadaan anjing di sejumlah jalur yang melewati permukiman dan perkebunan juga perlu diantisipasi. Pengawasan dinilai penting agar tidak mengganggu pelari, terlebih persoalan rabies masih menjadi perhatian.

Sosialisasi kepada masyarakat di sepanjang lintasan juga diminta dilakukan sejak awal. Warga perlu mengetahui jadwal dan rute lomba agar tidak kaget ketika ribuan pelari melintas, terutama pada dini hari.

Untuk kategori 50 kilometer, peserta dijadwalkan mulai berlari sekitar pukul 04.00 WITA pada 12 Desember 2026. Jalur akan melewati kawasan Bukit Cemara dan sejumlah ruas jalan di sekitar permukiman.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Karangasem Putu Eddy Surya Artha usai audiensi, mengatakan, panitia akan melakukan sosialisasi kepada desa dinas dan desa adat di wilayah Manggis dan Bebandem. Persiapan kegiatan dijadwalkan berlangsung pada 10–11 Desember, sebelum lomba digelar 12–13 Desember.

Selain keamanan, kesiapan jalur evakuasi dan pelayanan kesehatan juga menjadi bagian penting yang perlu dipastikan sebelum event berlangsung.

Bali Trail Running bukan pemain baru dalam penyelenggaraan trail running. Komunitas tersebut telah tujuh tahun berturut-turut menggelar kegiatan serupa di kawasan Kintamani, Bangli.

Kini, Karangasem menjadi panggung baru. Jika penyelenggaraan perdana ini berjalan lancar, Bali Coast Trail diharapkan tidak berhenti sebagai event sekali lewat. Ajang tersebut diharapkan berkembang menjadi agenda tahunan yang sekaligus memperkenalkan Karangasem melalui olahraga dan membuka ruang pergerakan ekonomi bagi masyarakat. (tio/bfn).