I Ketut Sedana Merta
KARANGASEM, Balifactualnews.com—Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kabupaten Karangasem yang rencananya dilaksanakan pada 5 Januari 2021 lalu, buyar. Itu terjadi karena kasus konfirmasi Covid-19 terus mengalami peningkatan, hingga menembus angka 41 kasus sejak sepekan terakhir.
Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kabupaten Karangasem, I Ketut Sedana Merta didampingi Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, I Gusti Kartika, dengan tegas menyatakan, bahwa penundaan dilakukan karena melihat resistensi peningkatan angka warga yang terpapar virus Corona di wilayahnya.
“Saya tegaskan, untuk sementara pelaksanaan PTM kita tunda hingga tren kasus positif mengalami penurunan,” ucap Sedana Merta kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (6/1/21) lalu.
Kendati ada penundaan, verifikasi terhadap Dapodik (data pokok pendidikan) yang akan diusulkan untuk melakukan PTM tetap dilakukan. Bahkan, kata Sedana Merta, sebelum dilakukan penundaan sedikitnya sudah ada 5 SMP dan 26 SD yang dinyatakan siap untuk melaksanakan PTM.
“Penundaan PTM bukan berarti menghentikan proses belajar yang ada. Pembelajaran untuk siswa tetap dilakukan namun masih dilakukan secara virtual,” ucap Sedana Merta.
Di pihak lain, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karangasem, I Gusti Kartika mengatakan, saat ini pihaknya sudah menerima 206 sekolah agar diusulkan bisa melaksanakan PTM. Hanya saja ratusan sekolah tersebut tidak bisa serta merta untuk melaksanakan PTM, karena harus melalui verifikasi ketat pihak terkait dalam hal ini Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Karangasem.
“206 sekolah yang mengusulkan pelaksanaan PTM, saat ini masuk dalam daftar tunggu verifikasi terkait kelayakan sekolah bersangkutan melaksanakan kegiatan belajar tatap muka,” pungkas Gusti Kartika. (tio/bfn)













