Hadiri Bintek Penyusunan Business Perumda Tirta Tohlangkir, Bupati Gede Dana Targetkan PDAM Mampu Tekan Kebocoran

*Bintek Penyusunan Business Perumda Tirta Tohlangkir 2023-2027.

Bupati Karangasem I Gede Dana saat menghadiri Bintek Penyusunan Business Perumda Tirta Tohlangkir 2023-2027, Kamis(20/1/2022).

KARANGASEM, Balifactualnews.com — Bupati Karangasem I Gede Dana manargetkan Perumda Tirta Tolangkir harus mampu menekan tingkat kebocoran hingga 10 persen. Diketahui PDAM (Perumda Tirta Tohlangkir) Karangasem mengalami kebocoran distribusi air hingga 20 persen. Kebocoran itu terjadi karena pipa distribusi air milik PDAM sudah termakan usia. Penegasan itu disampaikan Bupati saat membuka Bintek Penyusunan Business Perumda Tirta Tohlangkir 2023-2027, yang menghadirkan nara sumber dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Bali, Kamis (20/1/2022).

Melibatkan pejabat terkait dijajaran PDAM Karangasem, juga menghadirkan Kepala Perwakilan BPKP Bali, Muhammad Masykur, Workshop Bintek penyusunan business Perumda Tirta Tohlangkir itu lebih menekankan pentingnya menyusun perencanaan yang matang dalam mengelola PDAM, sehingga sebagai badan usaha milik daerah, kedepan Perumda Tirta Tohlangkir mampu mendapatkan penghasilan yang lebih bagus.

“Kebocoran sebesar 20 persen itu tergolong masih tinggi. Tapi itu terjadi pada tahun sebelumnya. Sekarang kondisinya sudah mulai membaik. Saya berharap kedepan PDAM mampu menekan tingkat kebocoran hingga 10 persen,” tegas Bupati Gede Dana.

Tak hanya itu, dalam mengantisipasi tingkat kebocoran itu, Bupati mengajak manajemen Perumda Tirta Tohlangkir untuk memetakan semua jaringan yang ada. Hal itu dinilai sangat penting, mengingat jaringan pipanisasi PDAM dibangun saat zaman penjajahan Belanda,sekitar tahun 1928.

“PDAM, sebagai perusahan berbasis bisnis oriented, harus mencari sumber-sumber kebocoran yang ada. Lakukan tracking, bila perlu semua sumber air yang diambil dipasangi meteran. Dengan cara ini saya yakin kebocoran yang ada akan cepat bisa diantisipasi,” ucap Bupati asal Desa Datah tersebut.

Bupati juga meminta, guna menjaga kualitas layanan kepada konsumen, para pegawai PDAM harus bekerja dengan baik, bangun sinergitas . Bupati juga menekankan, semua pegawai mampu menjadi mata dan telinganya PDAM, sehingga persoalan yang ada cepat bisa ditangani.

“Untuk itu, dalam menyusun perencanaan, PDAM harus memperhatikan azas sehat, selalu berhati hati dan memperhatikan manajemen resikonya. Dalam pemasangan jaringan pipa misalnya, upayakan pemasangan dilakukan dwilayah yang tidak rawan longsor. Bintek penyusunan perencanaan dengan melibatkan BPKP sangat bagus, sehingga program-program yang dijalankan jauh lebih terukur dan tepat,” imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Perwakilan BPKP Bali, Muhammad Masykur, dalam pengarahannya dihadapan peserta Bimtek, mengatakan, penyusunan perecanaan yang bagus di tubuh PDAM akan mampu menyumbang 50 persen menuju keberhasilan dalam suatu usaha.

“Para persrta harus bersungguh-sungguh mengikuti kegiatan ini, karena akan membawa dampak kemajuan bagi PDAM Karangasem,” ucap Muhammad Masykur,seraya mendorong PDAM Karangasem untuk mengembakan sayap perusahannya dengan membuat air minum kemasan berkualitas untuk dipasarkan di Karangasem.

Sementara itu, Direktur Perumda Tirta Tohlangkir I Komang Ariadi mengatakan, Bimtek dilakukan untuk memberikan pemahamann tentang petunjuk teknis dalam menyusun perencanaan, sesuai Peraturan Pemerintah tentang Badan Usaha Milik Daerah,Permendagri dan Perda Karangasem.

“Untuk meningkatkan kualitas SDM dilingkup PDAM, Bimtek penyusunan Business Perumda Tirta Tohlangkir 2023-2027 ini berlangsung dalam 20 hari kedepan, diikuti 36 orang, mulai dari kabag, kasi, KUPT serta subseksi lainnya,” terang  Ariadi. (ger/bfn)