Ada Rekomendasi Diskominfo, Provider Bebas Bangun Tower di Duda

banner 120x600
Ketua DPRD Karangasem I Wayan Suastika saat melakukan sidak tower bodong di Desa Duda, Sabtu(9/4/2022).

KARANGASEM, Balifactualnews.com — Alasan uji coba untuk menyisir jaringan (signal), Dinas Komunikasi dan Informasi Karangasem, mengeluarkan rekomendasi kepada salah satu provider untuk membangun tower di Desa Duda, Kecamatan Selat.
Kondisi tersebut memantik persoalan di masyarakat. Pasalnya, uji coba yang akan berlangsung selama enam bulan, dinilai merugikan pemerintah dari sisi retribusi dan tidak sejalan dengan visi misi Pemkab Karangasem dan Pemprov Bali dalam meretas wilayah blank spot yang terjadi wilayah berbukit itu.

Terhadap pembangunan tower di dekat kantor Bank BPD Bali itu, Ketua DPRD Karangasem I Wayan Suastika, langsung melakukan sidak lapangan, Sabtu (9/4/2022).

Dalam sidaknya itu, Suastika didampingi Camat Selat I Nengah Danu, dan mendapati para pekerja sedang merapihkan pekerjaannya.

“Sat Pol PP sudah sempat dihentikan, tapi provider masih saja membandel. Kami mendesak Dinas Perijinan (PMPSP) cepat bertindak, karena investor dalam membangun usaha tower sudah berlawanan dengan program Pemkab Karangasem dan Pemprov Bali untuk meminimalisir wilayah blank spot di Karangasem,” tegasnya.

Suastika, menilai, uji coba jaringan hanya alasan saja, agar provider bisa membangun tower tanpa harus melengkapi persyaratan izin yang dikeluarkan pemerintah. “Informasinya ada 14 tower bodong sudah dibangun, tersebar di beberapa kecamatan. Ini jelas sangat merugikan, saya mendesak dinas terkait segera menyikapinya,” tegas Suastika.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu, Karangasem, I Ketut Merta Dina, menegaskan, sejauh ini pihaknya belum pernah mengeluarkan selembar izin kepada provider untuk membangun tower di wilayah Selat, termasuk juga wilayah lainnya. Itu dilakukan karena pihaknya lebih mengutamakan pembangunan tower pada wilayah blank spot.

“Di Kecamatan Selat, awalnya ada provider yang membangun tower di wilayah Santi (depan Kantor Camat Selat). Sat Pol PP sudah melakukan penertiban dan menghentikan kelanjutan pembanguna tower itu, karena tidak dilengkapi dengan izin,” terang Merta Dina.

Selain di wilayah Kecamatan Selat, kata Merta Dina, tower bodong yang dibangun Cemara Tebel dan Umanya, Kecamatan Bebandem, juga sudah di stop, karena providernya tidak mengantongi izin terhadap usaha yang dibangunnya itu.

“Nah, untuk yang di Duda, itu bersifat combed (uji coba penyisiran jaringan). Itu ranahnya ada di Diskominfo,”jelas Merta Dina.

Dikonfirmasi terpisah, Kadis Kominfo Karangasem, Gede Ngurah Yudiantara, mengatakan, pembangunan tower di Desa Duda bersifat uji coba yang dilakukan provider untuk menyisir jaringan yang ada disana.

“Itu bukan tower baru, tapi cadangan sebagai uji coba untuk menyisir jaringan. Combed (survey signal) ini berlaku selama enam bulan, dan kami telah merekomendasikannya untuk kepentingan masyarakat,” tandasnya. (*tio/bfn)