Badung  

Agrowisata Buah Naga, Kembangkan Destinasi Wisata Desa Mengwitani

Makan buah Naga sambil belajar, terdengar menyenangkan bukan? datang saja ke Mengwitani

agrowisata-buah-naga-kembangkan-destinasi-wisata-desa-mengwitani
Pengabdian masyarakat, kokohkan kolaborasi, tumbuhkan literasi, Universitas Mahasaraswati Denpasar, pemasangan plang agrowisata guna kembangkan potensi wisata, Banjar Batur Sari, Mengwitani, Mengwi, Badung.

MANGUPURA, Balifactualnews.com – Desa mengwitani terkenal dengan sektor pertanian dan perkebunan yang luas yang dikelola langsung oleh masyarakatnya. Desa ini memiliki potensi pariwisata di sektor agrowisata seluas 2,5 Hektare, namun tingkat pemanfaatannya yang masih tergolong pasif.

Berdasarkan potensi yang dimiliki oleh Desa Mengwitani sangat memungkinkan untuk dijadikan daya tarik wisata. Oleh karena itu perlunya keputusan bijak dalam mengembangkan objek wisata ramah lingkungan seperti agrowisata. Agrowisata sendiri berarti kegiatan wisata yang memanfaatkan sektor pertanian atau perkebunan sebagai objek utamanya. Kegiatan agrowisata juga diharapkan mampu memperluas wawasan serta pegalaman wisata yang berbeda bagi pengunjungnya.

Baca Juga : Penutupan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Aparatur Bela Negara Damkar Kabupaten Badung

Ketua LPM Desa Mengwitani, I Made Muriana, dalam observasi potensi wisata di Desa Mengwitani bersama aparat desa dan tim pengabdian masyarakat Universitas Mahasaraswati mengungkapkan, selain agrowisata itu pihak desa Mengwitani sebenarnya sudah beberapa kali melakukan upaya untuk mengoptimalkan sektor pariwisata, misalnya mengembangkan potensi desa wisata.

“Sebelumnya pihak desa sudah beberapa kali punya rencana di dalam mengembangkan potensi desa wisata, karena kita punya potensi di bidang perkebunan dan pertanian maka sekarang kita akan mencoba mengembangkan objek agrowisata” jelasnya pada Minggu(1/04/2023).

Potensi yang akan dikembangkan oleh pihak desa yaitu agrowisata buah naga. Agrowisata buah naga ini nantinya akan dikembangkan sebagai destinasi wisata edukasi buah naga sebagai serana berlibur dan belajar. Pihak desa akan segera merealisasikan proyek ini dengan pihak pengelola buah naga organik.

Adapun beberapa faktor dalam mengembangkan agrowisata buah naga organik di desa mengwitani adalah adanya peran kelembagaan. Seperti diketahui bahwa pemerintah memiliki beragam wewenang yang dapat mendukung berkembangnya suatu kawasan wisata, salah satunya adalah wewenang dalam hal regulasi, sehingga hal ini diharapkan akan dapat menciptakan perkembangan agrowisata yang berkualitas serta kompetitif. Dalam observasi bersama pihak desa, Pihak desa juga menyatakan akan mendukung penuh di dalam pengembangan dan pengelolaan agrowisata buah naga organik.

Baca Juga : Dekan Unmas Denpasar Nilai Gubernur Koster Visioner, Hadirkan Kebijakan Diskon Pajak, Pemutihan, Pembebasan Biaya BBNKB II di Masa Pandemi

“Kami pihak desa akan mendukung dalam pengembangan objek wisata ini, setelah nantinya sudah ada kesepakan MOU dari pihak pengelola dan pihak desa” ujar I Made Muriana menambahkan.

Pengembangan agrowisata buah Naga organik kata Muriana, tentunya nanti akan mempengaruhi berbagai aspek. Salah satunya karena agrowisata mengutamakan pertanian dan perkebunan sebagai objek wisatanya, tentu saja perlu disertai tujuan agar dapat mensejahterakan masyarakat lokal dalam memperluas lapangan pekerjaan dan meningkatkan industry ekspor.

Untuk itu dalam mendukung program desa tim pengabdian masyarakat, Universitas Mahasaraswati Denpasar melakukan upaya dalam mengembangkan potensi agrowisata buah naga organik, dengan membuatkan plang petunjuk ke arah agrowisata, agar nantinya dapat dikenal secara luas oleh masyarakat umum. (bfn)

Penulis :

*Putu Wenny Saitri, S.E., M.Si., Ak., CA
*Ni Putu Ria Apriyanti
*Luh Nyoman Raharep Rahayu
*Ni Kadek Ayu Arini
*Leonarda Saputri Umpur

 

Exit mobile version