*Dorong Pemerintah Percepat Penyelesaian Air Baku Telaga Waja
Foto colase anggota DPRD Karangasem daerah pemilihan Kecamatan Kubu
KARANGASEM, Balifactualnews.com—Pelayanan PDAM Perumda Tirta Tohlangkir, tidak hanya dikeluhkan pelanggan, tapi juga menjadi keluhan anggota DPRD Karangasem dari daerah pemilihan Kecamatan Kubu.
Keluhan itu mencuat, dalam rapat kerja gabungan komisi, beberapa waktu lalu, menyusul lambatnya Perumda Tirta Tohlangkir dalam menangani persoalan air PDAM yang tidak mengalir sampai tiga bulan di wilayah tandus tersebut.
“Perumda Tirta Tohlangkir harus lebih meningkatkan pelayanan kepada pelanggan. Di Desa Batu Dawa, air PDAM sudah tiga bulan mati, namun tidak mendapatkan penanganan,” tohok anggota Komisi I DPRD Karangasem dari Fraksi Gerindra, I Putu Deni Deni Suryawan Giri, dalam rapat kerja gabungan komisi bersama Direksi Perum Tirta Tohlangkir, Jumat 16 Juli 2021.
Lambatnya penanganan air PDAM di Kubu, membuat Deni mendesak Direktur Perumda Tirta Tohlangkir, I Gusti Made Singarsi, bisa lebih sering memantau kinerja jajarannya dibawah, sehingga PDAM di Kecamatan Kubu bisa bekerja lebih maksimal.
Perumda Tirta Tohlangkir, kata Deni, harus mampu membuat terobosan kepada masyarakat Kubu bagian atas ditengah pandemi dan berlangsungnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Pasalnya satu tangki air yang dibeli masyarakat Kubu bagian atas cukup mahal.
“Jujur masyarakat Kubu bagian atas saat ini sedang menjerit. Ditengah situasi sulit mereka harus membeli air hingga Rp 500 per tangki. Kami berharap PDAM bisa melakukan terobosan ini. Kendati pun airnya dijual, namun harganya tidak sampai mahal,” ucapnya.
Senada dengan Deni, I Gede Parwata, mengatakan, pelayanan PDAM terhadap pelanggannya di Kubu masih mengecewakan. Jangankan pelayanan untuk di daerah Kubu bagian atas, pelayanan kepada pelanggan yang dekat jalan raya juga tidak maksimal. Dia mencontohkan, di Desa Tulamben (Rubaya) tempat tinggalnya, air PDAM sering tak mengalir dan yang keluar hanya angin saja.
“Apa gunanya pemasangan sambungan baru, sedangkan pelayanan kepada pelanggan yang sudah ada masih megap-megap,” sungut anggota Komisi III dari Fraksi PDI Perjuangan itu.
Terkait pelayanan air bersih wilayah Kecamatan Kubu, I Nyoman Musna Antara dari Fraksi Golkar dan I Nengah Rinten dari Fraksi Nawa Satya Partai NasDem, mendorong pemerintah untuk mempercepat penyelesaian air baku Telaga Waja. “Kami yakin, kalau air baku Telaga Waja sudah bisa di distribusikan persoalan air di Kubu tidak akan menjadi masalah lagi. Kami harapkan pengelolaan air baku Telaga Waja bisa menjadi pengelolaan penuh Karangasem. Kalau ini bisa dilakukan saya yakin persoalan air di Karangasem cliar tidak akan ada masalah lagi,” ucap Musna.
Sementara itu, Direktur Perumda Tirta Tohlangkir, I Gusti Made Singarsi, mengakui, pelayanan di Kubu dalam tiga minggu terakhir memang tidak maksimal. Itu terjadi karena adanya kebocoran pipa induk transmisi di Batu Dawa.
“Kebocoran yang ada sulit ditemukan karena langsung meresap kepermukaan tanah yang berpasir. Ini juga menjadi salah satu penyebab penanganan air di Kubu menjadi lambat,” pungkas Singarsi. (tio/bfn)
