Atasi Kekurangan Guru, Dua PPPK Ditempatkan di SDN 1 Bunutan

atasi-kekurangan-guru-dua-pppk-ditempatkan-di-sdn-1-bunutan
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Karangasem, I Gusti Bagus Budiadnyana

DENPASAR, Balifactualnews.com – Pemerintah Kabupaten Karangasem bergerak cepat memenuhi kebutuhan tenaga pendidik di sekolah yang masih membutuhkan guru. Dua guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) kini dikerahkan untuk memperkuat layanan pendidikan di SDN 1 Bunutan, Kecamatan Abang.

Penugasan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Bupati Karangasem Dua guru yang ditugaskan yakni Titik Hariani, S.Pd, yang sebelumnya bertugas di SDN 9 Seraya, dan Yusita Sita Karmila, S.Pd, sebelumnya bertugas di SDN 5 Labasari. Keduanya merupakan Guru Ahli Pertama dan mulai melaksanakan tugas di SDN 1 Bunutan per 7 September 2026.

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Karangasem, I Gusti Bagus Budiadnyana, dikonfirmasi, Jumat (4/9), membenarkan hal itu. Ia menegaskan penugasan tersebut dilakukan untuk menjawab kebutuhan tenaga guru di sekolah.

“Kita menempatkan guru sesuai kebutuhan sekolah. Ini bagian dari upaya pemerintah memastikan pelayanan pendidikan tetap berjalan optimal dan tidak ada sekolah yang kekurangan tenaga pendidik,” tegas Budiadnyana.

Menurutnya, penataan guru PPPK tidak dilakukan secara sembarangan. Disdikpora terlebih dahulu memetakan kebutuhan tenaga pendidik pada masing-masing satuan pendidikan.

“Kami terus melakukan pemetaan. Jangan sampai ada sekolah kekurangan guru, sementara di sekolah lain terjadi kelebihan. Karena itu, penempatan harus disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan,” ujarnya.

Selain dua guru tersebut, keputusan Bupati Karangasem yang sama juga menugaskan Ni Komang Ayu Ardayani, S.P, sebagai Penata Layanan Operasional ke SDN 1 Seraya. Penugasan ini berlaku mulai 7 September 2026 hingga 31 Juli 2031.

Budiadnyana menambahkan, penataan dan redistribusi tenaga PPPK merupakan bagian dari langkah pemerintah daerah memperkuat kualitas layanan pendidikan secara merata.

“Targetnya sederhana, anak-anak mendapatkan pelayanan pendidikan yang baik, dan sekolah memiliki tenaga yang cukup untuk menjalankan proses pembelajaran,” pungkasnya. (tio/bfn)

Exit mobile version