Awas! Organisasi Kepemudaan di Karangasem Dipecah Belah

Kadek Sujanayasa, Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Karangasem

KARANGASEM,Balifatualnews.com—Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Karangasem, mensinyalir ada oknum  berupaya untuk memecah  belah organisasi kepemudaan (OKP) yang terhinpun dalam wadah Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) di wilayahnya.

Dugaan itu dikeluarkan langsung Ketua MPC Pemuda Pancasila Karangasem, I Kadek Sujanayasa, menyusul OKP yang dipimpinnya tidak pernah dilibatkan dalam kegiatan apa pun, dan dinilai sangat melecehkan. Teranyar rencana  Rapimda OKP yang digelar Caretaker DPD KNPI Karangasem, Muammar Kaddafi,  Minggu, (24/4/2022).

Dalam sebaran surat undangan  tersebut, MPC Pemuda Pancasila satu-satunya yang tidak diundang. Malah sebaliknya Kaddafi mengundang  OKP yang berlum terdaftar  di Kesbangpolinmas.  Sujanayasa mengatakan, Pemuda Pancasila merupakan cikap bakal pembentukan KNPI bersama Pemuda Panca Marga, FKPPI, dan GP Ansor.

“Melihat  surat undangan yang disebar,  mengindikasikan ada oknum yang berusaha memecah belah keberadaan organisisasi kepemudaan yang ada di Karangasem. Kalau ini terjadi, tentu akan kami lawan,” ucap Sujanayasa.

Sujanayasa juga mempertanyakan keabsahan Kaddafi menjadi Caretaker Ketua DPD KNPI Karangasem, pasalnya Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia sudah memblokir Surat Keputusan  Nomor AHU 0000037.AH.01.08. Tahun 2019 terdanggal 17 Januari  2019.

“Saya wajib mempertanyakan legalitasnya menjadi Caretaker Ketua DPD KNPI Karangasem, mengingat KemenkumHAM sudah memblokir SK yang sempat dikeluarkan. SK Pemblokiran ini kami dapatkan melalui website KemenkumHAM,” tegas Sujanayasa.

Melihat situasi yang ada saat ini, Sujana mengajak OKP di Karangasem untuk bersatu padu dan  tidak terlibat dengan intrik dualisme yang terjadi di tubuh KNPI Pusat maupun KNPI Provinsi Bali.

“Aneh, Pemuda Pancasila  yang  merupakan cikap bakal pembentukan KNPI kok malah tidak diundang dalam  Rapimda itu. Ini patut kami pertanyakan,” sungut Sujanayasa.

Dikonfirmasi  terpisah, Caretaker Ketua DPD KNPI Karangasem, Muammar Kaddafi mengatakan,  pihaknya tidak mengundang  OKP Pemuda Pancasila, karena  berafiliasi pada kubu Ketua KNPI Pusat, Aris Pertama SH.

“Rapimdanya kami tunda sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan,” ucap Kaddafi.

Ditanya keabsahannya menjadi Caretaker Ketua DPD KNPI Karangasem, Kaddafi mengaku sudah memeliki SK, namun dia tidak bisa menunjukan bukti SK yang disebutkan itu. “Ada SK nya kok, nanti saya berikan,” ucap Kaddafi.

Pengakuan Kaddafi itu jelas berlawanan dengan fakta yang ada. Pasalnya KemenkumHAM sudah jelas memblokir  sistem administrasi badan hukum (SABH) Ditjen AHU   terhadap  perkumpulan kepemudaan KNPI tersebut.

“Nah, kalau dia yang menjadi Caretaker Ketua DPD KNPI Karangasem, lantas siapa yang menugaskan? Sedangkan KemenkumHAM jelas-jelas sudah memblokir sistem administrasi badan hukum  yang ada,” tangkis Sujanayasa. (tio/bfn)

Exit mobile version