Banjir Bandang Darma Winangun Munculkan Kerugian Ratusan Juta

banjir-bandang-darma-winangun-munculkan-kerugian-ratusan-juta
Petugas BPBD Karangasem melakukan asesmen dampak banjir bandang yang menerjang wilayah Banjar Darma Winangun 

KARANGASEM, Bali Factual News–Hujan yang mengguyur  Kabupaten Karangasem sejak beberapa hari lalu,  membuat Sungai Menala di Banjar Darma Winangun, Desa Tianyar,  Kecamatan  Kubu,  Karangasem, meluap.  Parahnya arus air hujan  yang datang dari pegunungan  memunculkan banjir bandang. Banjir Banjir merendam rumah, balai banjar, dan sepeda motor milik warga.

Kepala Dinas Darma Winangun, I Nyoman Oka, Senin (12/2/2024)  menuturkan, banjir  bercampur lumpur yang terjadi, Sabtu (10/2/2024) malam, membuat puluhan rumah warga terdampak. Air yang bercampur lumpur masuk ke dalam rumah serta pekarangan penduduk. Enam unit sepeda motor tertimbun dan berhasil dievakuasi warga secara bergotong royong.

“Banjir membawa material lumpur yang sangat tebal. Bahkan endapannya mencapai 1,5 meter. Warga yang terdampak banjir untuk sementara  mengungsi ke rumah kerabat,” jelasnya. 

Kepala BPBD Karangasem, IB Ketut Arimbawa, mengatakan, terkait banjir bandang yang menerjang wilayah Banjar Darma Winangun, pihaknya sudah  melakukan asesmen ke lokasi  kejadian. “Peristiwa seperti ini rutin terjadi saat musim hujan. Badan sungai sudah rata dengan permukiman penduduk. Semua  ini disebabkan sungai  mengalami pendangkalan akibat banyaknya material. Seperti pasir, dan bebatuan,”ungkap IB  Ketut Arimbawa

Banjir bandang yang menerjang wilayah Banjar Darma Winangun,  kata Arimbawa, memuncul kerugian materiil mencapai ratusan juta.  Pasalnya banjir membuat bangunan toko milik warga, kandang babi,  rumah, serta bangunan lainnya tertimbun materi lumpur 1.5 meter. Penyengker tembok warga juga ambruk, 

“Banjir membuat puluhan rumah, toko, serta kandang babi milik warga rusak,” ungkap Arimbawa. 

Nyoman Pica misalnya, selain kandang babinya yang rusak akibat dijebol banjir,  25 pohon bibit mangganya rusak hingga memunculkan kerugian sebesar Rp 5 juta. 

Selain Pica,  Tempat usaha Nengah Ribet juga mengalami nasib serupa. Banguan toko berukuran 6×8 meter   yang didalamnya berisi barang dagangan juga rusak  tertimbun material banjir.  Terhadap musibah tersebut Ribet mengaku mengalami kerugian sekitar Rp 50 juta. 

“Balai Banjar. Darma Winangun berukuran  12 x 12 meter  juga tertimbun material lumpur setinggi 1.5 meter. Lima unit kendaraan roda 2  tertimbun. Empat kandang sapi juga tertimbun material, Selain itu ada juga ayam ternak sebanyak 11 ekor dan perabotan rumah  tangga  hanyut terbawa banjir. Beberapa kebun jagung milik petani juga terendam material banjir. Proses pembersihan material lumpur  sudah dilakukan. Mudah-mudahan besok semuanya sudah kelar,” pungkas Arimbawa. (tio/bfn)

Exit mobile version