KARANGASEM, Balifactualnews.com – Upaya pencarian terhadap seorang wanita lanjut usia bernama Ni Wayan Retu (75) yang dilaporkan hilang sejak Kamis (6/11/2025) terus dilakukan oleh Basarnas Karangasem bersama masyarakat setempat. Korban diketahui tersesat saat menggembala sapi di area kebun wilayah Banjar Panglega, Desa Datah, Kecamatan Abang, Karangasem.
Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Basarnas Karangasem, I Gusti Ngurah Eka Wiadnyana, menyampaikan bahwa hingga Minggu (9/11/2025) hasil pencarian masih nihil. Namun, pihaknya bersama tim gabungan tetap berupaya maksimal agar korban segera ditemukan.
“Sampai saat ini kami belum menemukan target, tetapi seluruh tim tetap bekerja semaksimal mungkin supaya korban segera bisa ditemukan,” ujar Wiadnyana saat dikonfirmasi, Jumat (7/11/2025).
Untuk memperluas jangkauan pencarian, Basarnas juga mengerahkan seekor anjing pelacak (SAR Dog) guna menelusuri jalur yang diduga sempat dilalui korban. Lokasi tersebut diketahui setelah tim menemukan dua ekor sapi milik korban yang sempat dibawanya sebelum dinyatakan hilang.
“Kami melibatkan satu ekor SAR Dog untuk membantu pencarian, namun sejauh ini hasilnya masih nihil,” tambah Wiadnyana.
Selama proses pencarian, tim menghadapi tantangan medan yang cukup berat berupa bukit terjal, jurang, serta jalur naik turun yang menyulitkan mobilitas. Selain dua ekor sapi yang ditemukan, tidak ada tanda-tanda lain yang mengarah pada keberadaan korban. Akibatnya, pencarian dilakukan dengan penyebaran tim ke beberapa titik yang berjauhan. Jarak antara rumah korban dengan lokasi ditemukannya sapi sekitar lima kilometer.
“Kondisi medan cukup menantang, tapi kami tetap berupaya memberikan yang terbaik. Harapan kami, korban bisa segera ditemukan dalam keadaan selamat,” tutur Wiadnyana.
Sebelumnya diberitakan, Ni Wayan Retu dilaporkan hilang oleh keluarganya pada Kamis sore (6/11/2025). Korban diketahui terakhir kali terlihat pada Kamis pagi, saat menggembala sapi di area kebun sekitar Banjar Panglega. Laporan baru diterima Basarnas menjelang malam hari.
“Pagi ini kami kembali mengerahkan personel untuk melakukan pencarian bersama warga. Kami berharap hasilnya segera membuahkan titik terang,” kata Wiadnyana.
Hingga kini, tim SAR, aparat desa, dan warga sekitar masih terus melakukan penyisiran intensif di sejumlah titik yang berpotensi menjadi lokasi keberadaan korban. Pencarian akan terus dilanjutkan sampai korban berhasil ditemukan. (ger/bfn)













