Berlaku Adil, 400 Guru Dimutasi Atas Dasar Pemerataan

“Namanya saja pemerataan, maka guru yang di mutasi  sudah tentu ditugaskan di sekolah yang mengalami kekurangan guru sesuai bidang  yang dimiliki”

(I Gusti Gede Rinceg/Kepala BPKSDM Karangasem)


KARANGASEM,Balifactualnews.com-Sebanyak 400 orang guru, yakni guru SD dan SMP  (termasuk Kepala Sekolah, Red) di mutasi bersamaan rotasi pejabat eselon II  belum lama ini.  Mutasi guru yang berlaku di semua kecamatan itu, murni atas dasar pemerataan, karena banyak sekolah yang mengalami kekurangan guru.

Kendati demikian, mutasi guru memunculkan kericuhan di media sosial. Beberapa orang politikus yang duduk di DPRD Karangasem mengeluarkan umpatan tak senonoh, karena anak buah mereka  terkena dampak mutasi. Padahal, mutasi guru berkonsep pemerataan berlaku untuk semua pihak, tidak mengenal orang dekat termasuk juga kader  PDI Perjuangan  sebagai partai penguasa di Karangasem.

Kepala Badan Pemberdayaan dan Sumber Daya Manusia (BPKSDM) Karangasem, I Gusti Gede Rinceg,  Rabu (22/9), mengatakan, mutasi guru yang datanya datang dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, mengedepankan konsep pemerataan dan tidak  ada muatan politis.  Hal itu dilakukan  karena banyak sekolah  mengalami kekurangan guru.

“Namanya saja pemerataan, maka guru yang di mutasi  sudah tentu ditugaskan di sekolah yang mengalami kekurangan guru sesuai bidang  yang dimiliki,” jelasnya.

Rinceg, mengatakan, sebagai leading sector dibidang pendidikan, Bupati telah mempercayakan penuh kepada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga  untuk mendata guru-guru yang di mutasi, termasuk juga kepala sekolah tanpa ada intervensi pihak luar.

“Bapak Bupati sudah memberikan kepercayaan penuh Dinas Pendidikan mendata guru-guru yang di mutasi termasuk juga Kepala Sekolah dengan konsep pemerataan. Dan ini berlaku untuk semua kecamatan,” ucap Rinceg.

Dia mengakui, kendati  guru yang di mutasi  mendapatkan SK ganda  dan dalam satu sekolah  ada dua guru  yang sama, itu murni karena kesalahan teknis, mengingat guru yang di mutasi jumlahnya lebih dari 400 orang.

“Memang ada kesalahan teknis dalam pendataan yang dilakukan Dinas Pendidikan.  Kadis Pendidikan sudah kita panggil untuk segera  menyikapi kondisi ini,” pungkas Rinceg.  (tio/bfn)

Exit mobile version