KARANGASEM, Balifactualnews.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan SD Negeri 7 Bugbug dalam ajang Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kabupaten tahun 2026. Sekolah yang berada di wilayah pedesaan itu sukses keluar sebagai juara umum setelah meraih prestasi gemilang di tiga cabang lomba yang diikuti.
Dalam kompetisi bergengsi tersebut, SDN 7 Bugbug mengikuti cabang lomba kria, mendongeng, dan menulis cerita. Hasilnya pun sangat membanggakan. Dua cabang berhasil menyabet peringkat pertama, yakni kria dan menulis cerita, sementara cabang mendongeng meraih peringkat ketiga.
Prestasi terbaik di cabang kria diraih oleh siswa kelas IV, I Made Teja Wicaksana Arya Tresna, yang tampil memukau hingga berhasil membawa pulang juara I. Tidak hanya itu, cabang menulis cerita juga berhasil mengantarkan SDN 7 Bugbug di posisi tertinggi melalui karya Ni Kadek Dewi Sekar Sari, siswi kelas IV yang sukses meraih juara I.
Sementara itu, pada cabang mendongeng, siswi Ni Komang Juliastini berhasil mempersembahkan juara III bagi sekolahnya. Raihan tersebut sekaligus menjadi pelengkap keberhasilan SDN 7 Bugbug merebut predikat juara umum FLS3N 2026 tingkat kabupaten.
Keberhasilan tahun ini disebut menjadi pencapaian yang meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada FLS3N sebelumnya SDN 7 Bugbug hanya meraih prestasi di cabang kria dan menulis cerita, kini sekolah tersebut mampu menambah torehan prestasi melalui cabang mendongeng.
Kepala SDN 7 Bugbug I Ketut Sandiyasa, S.Ag.,M.Pd, mengungkapkan rasa bangga atas perjuangan dan kerja keras seluruh siswa serta guru pembina yang telah mempersiapkan diri jauh hari sebelum lomba berlangsung.
“Prestasi ini merupakan hasil dari persiapan yang matang dan kolaborasi seluruh warga sekolah. Anak-anak berlatih dengan penuh semangat dan disiplin. Kami sangat bersyukur bisa mempertahankan prestasi di cabang kria dan menulis cerita, bahkan tahun ini mampu meningkatkan capaian di cabang mendongeng,” ujar Sandiyasa kepada media ini, Jumat(22/5).
Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa siswa yang berasal dari desa memiliki potensi besar dan mampu bersaing di tingkat kabupaten apabila mendapat ruang dan pendampingan yang tepat.
“Kami ingin membuktikan bahwa anak-anak yang sekolah di desa memiliki talenta-talenta luar biasa yang selama ini mungkin belum banyak terlihat. Dengan motivasi dan dukungan bersama, mereka mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya,” tambahnya.
Raihan juara umum ini pun disambut penuh kebanggaan oleh keluarga besar SDN 7 Bugbug. Prestasi tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi para siswa untuk terus berkarya, berprestasi, dan percaya diri mengembangkan bakat yang dimiliki. (ger/bfn)













