Bupati Gede Dana: Jangan Terlantarkan Warga  Isolasi Mandiri (Karantina)

banner 120x600
Bupati Karangasem I Gede Dana saat  memberikan keterangan kepada awak media terkait penanganan warga karantina di hotel yang  sementara waktu dihentikan, karena keterbatasan anggaran

KARANGASEM,Balifactualnews.com—Pemerintah Provinsi Bali sementara waktu, menghentikan warga  yang terkonfirmasi positif  untuk di karantina di hotel.  Penghentian karantina   itu dikarenakan  pos anggaran sudah tidak ada.

Kendati  demikian, Pemkab Karangasem dibawah kepemimpinan I Gede Dana dan I Wayan Artha Dipa tidak merasa khawatir. Pasalnya penanganan  warga yang di karantina, baik yang menjalani isolasi mandiri di rumah akibat terpapar Covid-19 akan  ditangani dengan dengan cara  berswadaya.

“Kita masih rapatkan dulu dengan semua jajaran OPD,  agar pos-pos anggaran yang ada bisa lebih cepat dipetakan. Jangka pendek  penanganannya akan kita lakukan secara swadaya  dengan memaksimalkan SKB  Jasri sebagai tempat karantina,” ucap Bupati Karangasem I Gede Dana, Minggu 28 Februari 2021.

Dijelaskan penanganan  karantina warga terkonfirmasi positif,  juga akan dilakukan dengan  melibatkan pihak ketiga melalui CSR. Kendati jumlahnya tidak terlalu banyak,  namun  Bupati meyakini, bantuan pihak ketiga itu akan mampu meringankan beban warga yang sedang menjalani isolasi mandiri dan karantina, baik di rumah sakit maupun di SKB Jasri  yang sudah dipersiapan sejak pemerintah Bupati sebelumnya.

“Warga Karangasem adalah warga kami, karena itu kami tidak  ingin ada warga yang sedang menjalani isolasi mandiri  sampai terlantar.  Sekali lagi saya tidak ingin hal itu terjadi, kendati  saat ini masih belum bisa menempatkannya di hotel karena keterbatasan anggaran, namun  kita akan berusaha memberikan pelayanan yang pantas baik dari sisi penyediaan konsumsi yang layak dan penanganan kesehatan yang maksimal,” tegas Gede Dana.

Penanganan  Covid-19 , khususnya  bagi warga yang di karantina dilakukan secara swadaya, karena  Bupati Gede Dana menyadari  keuangan  yang dimiliki pemerintah Provinsi Bali masih terbatas. “Saat ini  Pemprov Bali tidak memiliki anggaran untuk warga yang di karantina. Pos anggarannya juga belum ada. Tapi saya yakin kalau anggarannya sudah ada, kita di Karangasem sudah pasti dibantu,” tandasnya. (tio/bfn)