KARANGASEM, Balifactualnews.com – Pemerintah Kabupaten Karangasem menggelar Upacara Peringatan Hari Jadi Kota Amlapura ke-386 Tahun 2026 di Lapangan Tanah Aron, Senin (22/6). Upacara berlangsung khidmat dengan Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata bertindak selaku inspektur upacara.
Peringatan hari jadi diawali dengan pembacaan sejarah singkat Kota Amlapura oleh Kepala BKPSDM Kabupaten Karangasem. Kota Amlapura yang dahulu bernama Karangasem mulai ditetapkan pada 22 Juni 1640 oleh Raja Karangasem I Gusti Anglurah Ketut Karangasem sebagai pusat pemerintahan kerajaan. Sejak saat itu, Amlapura tumbuh menjadi pusat pemerintahan, kebudayaan, dan kehidupan masyarakat Karangasem hingga kini genap berusia 386 tahun.
Upacara dihadiri Wakil Bupati Karangasem Pandu Prapanca Lagosa, unsur Forkopimda beserta istri, Bupati Karangasem periode 2005-2015 I Wayan Geredeg, Wakil Bupati Karangasem periode 2016-2025 Dr. I Wayan Artha Dipa, SH., MAP, Bupati periode 2021-2025 I Gede Dana, Manggala Puri Karangasem, Tim Ahli Bupati, jajaran Kodim 1623 Karangasem, Polres Karangasem, pimpinan instansi vertikal, BUMN, BUMD, serta undangan lainnya.
Suasana semakin khidmat dengan alunan Mars dan Hymne Kabupaten Karangasem yang dibawakan Paduan Suara Gita Swara Pemkab Karangasem bersama Korps Musik Gita Adhi Praja.
Dalam amanatnya, Bupati yang akrab disapa Gus Par menegaskan bahwa peringatan Hari Jadi Kota Amlapura bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan momentum untuk mengenang perjuangan para leluhur dalam membangun Karangasem.
“Usia 386 tahun mencerminkan perjalanan panjang Kota Amlapura dalam menjaga adat, budaya dan semangat gotong royong. Berbagai keberhasilan yang dicapai merupakan hasil kerja keras serta kebersamaan masyarakat Karangasem dari generasi ke generasi,” ujar Gus Par.
Menurutnya, potensi alam dan budaya menjadi keunggulan Karangasem yang harus terus dijaga. Mulai dari kemegahan Gunung Agung, keindahan Taman Tirta Gangga, Taman Ujung Soekasada hingga kekayaan tradisi dan adat istiadat yang tetap lestari menjadi identitas daerah.
Pada peringatan HUT Kota Amlapura ke-386 tahun ini, Pemkab Karangasem mengusung tema “Tidak Mudah Tapi Harus Bisa”. Tema tersebut mencerminkan tekad bersama menghadapi berbagai tantangan pembangunan, mulai dari infrastruktur, penyediaan air bersih, peningkatan ekonomi masyarakat, penguatan sektor perikanan dan kelautan hingga pengembangan pariwisata berbasis budaya.
“Perjuangan ini memang tidak mudah, tetapi sebagai masyarakat Karangasem yang tangguh kita tidak boleh menyerah. Dengan kerja keras, disiplin, gotong royong dan semangat kebersamaan, saya yakin semua tantangan dapat kita hadapi,” tegasnya.
Bupati Gus Par juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan visi pembangunan Karangasem yang Aman, Nyaman, Gigih, Unggul dan Gemah Ripah Loh Jinawi, tanpa meninggalkan akar budaya yang menjadi identitas daerah.
Usai upacara, Bupati bersama Wakil Bupati dan Forkopimda meluncurkan layanan antar jenazah gratis LOKA AGUNG dengan enam armada mobil jenazah yang akan melayani seluruh wilayah Kabupaten Karangasem melalui RSUD Kabupaten Karangasem dan puskesmas.
Program tersebut dilatarbelakangi keprihatinan pemerintah terhadap kesulitan masyarakat kurang mampu dalam memperoleh layanan pengantaran jenazah. Peluncuran ditandai dengan pengibasan bendera start oleh Bupati Karangasem.
Pada kesempatan yang sama, Pemkab Karangasem juga meluncurkan Desa dan Kelurahan Siaga Tuberkulosis (TBC) sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung target eliminasi TBC Tahun 2030 sekaligus mendukung program prioritas “AGUNG” tahun 2025-2029.
Pembentukan Desa dan Kelurahan Siaga TBC menjadi langkah nyata dalam memperkuat penanganan dan penuntasan kasus tuberkulosis di Kabupaten Karangasem sehingga terwujud masyarakat yang lebih sehat, produktif, dan bebas TBC.
Mengakhiri amanatnya, Bupati Gus Par mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bergerak bersama membangun Karangasem yang semakin maju dengan semangat “Tidak Mudah Tapi Harus Bisa”. (bfn)













