Mas Sumatri Desak Pemprov Bali Perkuat RSUD Karangasem, Layanan Pasien Darurat Jadi Sorotan

mas-sumatri-desak-pemprov-bali-perkuat-rsud-karangasem-layanan-pasien-darurat-jadi-sorotan
Persoalan layanan kegawatdaruratan di Kabupaten Karangasem kembali menjadi sorotan. Anggota Fraksi Partai NasDem DPRD Bali, I Gusti Ayu Mas Sumatri

KARANGASEM, Balifactualnews.com –  Persoalan layanan kegawatdaruratan di Kabupaten Karangasem kembali menjadi sorotan. Anggota Fraksi Partai NasDem DPRD Bali, I Gusti Ayu Mas Sumatri, mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali memberikan perhatian lebih serius terhadap penguatan RSUD Kabupaten Karangasem, terutama dalam hal penanganan pasien dalam kondisi darurat.

Sorotan itu disampaikan Mas Sumatri menyusul mencuatnya kasus yang dialami Kadek Aryawan, warga Desa Tianyar, Karangasem. Kadek Aryawan sebelumnya sempat menjalani perawatan di Kasna Medika, Kubu, setelah mengalami kondisi tidak sadarkan diri atau pingsan di rumahnya usai mengikuti prosesi megebagan, menyusul adanya keluarga yang meninggal dunia.

Dalam kondisi tersebut, Kadek Aryawan kemudian mendapatkan perawatan di Kasna Medika. Namun, karena kondisinya membutuhkan penanganan lebih lanjut, pasien akhirnya dirujuk ke RSUP Prof. Ngoerah Denpasar.

Informasi yang disampaikan kepada Mas Sumatri, pasien sempat mengalami kondisi cukup kritis, termasuk mengeluarkan darah dari mulut. Proses rujukan ke Denpasar disebut berlangsung cukup lama sebelum akhirnya pasien mendapatkan penanganan di RSUP Prof. Ngoerah. Kadek Aryawan kemudian meninggal dunia.

Kasus tersebut, menurut Mas Sumatri, harus menjadi bahan evaluasi bersama. Bukan untuk mencari siapa yang harus disalahkan, tetapi untuk memastikan masyarakat Karangasem mendapatkan pelayanan kegawatdaruratan yang cepat dan memadai ketika menghadapi kondisi medis yang membutuhkan tindakan segera.

“Emergensi layanan kesehatan di Karangasem ini harus menjadi perhatian serius Pemprov Bali. Jangan sampai masyarakat yang mengalami kondisi darurat harus menunggu lama karena keterbatasan tenaga medis maupun sarana dan prasarana. Ini menyangkut keselamatan dan nyawa masyarakat,” tegas Mas Sumatri, Minggu (9/8).

Politisi NasDem tersebut menilai, persoalan pelayanan kegawatdaruratan di Karangasem tidak bisa hanya dilihat dari satu kasus. Karangasem memiliki wilayah yang luas dengan jarak menuju Denpasar yang cukup jauh. Karena itu, kemampuan fasilitas kesehatan di daerah dalam memberikan penanganan awal secara cepat menjadi sangat penting.

Menurutnya, RSUD Karangasem harus memiliki dukungan tenaga medis, peralatan, serta fasilitas penunjang yang memadai sehingga mampu memberikan pelayanan maksimal terhadap pasien dalam kondisi emergency sebelum dilakukan rujukan apabila memang membutuhkan penanganan yang lebih tinggi.

“Kita tidak bisa selalu mengandalkan rumah sakit di Denpasar untuk menangani pasien-pasien dalam kondisi kritis. Dalam keadaan emergency, waktu sangat berharga. Karena itu, RSUD Karangasem harus diperkuat agar mampu memberikan penanganan yang cepat dan tepat sebelum pasien dirujuk,” ujarnya.

Melalui Fraksi Partai NasDem DPRD Bali, Mas Sumatri mendesak Pemprov Bali memberikan perhatian lebih terhadap keberadaan RSUD Karangasem. Penguatan tersebut, kata dia, tidak hanya berupa pembangunan atau penambahan fasilitas fisik, tetapi juga menyangkut ketersediaan dokter dan tenaga medis, peralatan medis, ruang pelayanan emergency, serta fasilitas penunjang lainnya.

“Kami mendorong Pemprov Bali memberikan perhatian lebih kepada RSUD Karangasem. Baik dari sisi penyediaan tenaga medis maupun kelengkapan sarana dan prasarana. Jangan sampai masyarakat Karangasem ketika membutuhkan pertolongan dalam kondisi darurat kehilangan waktu berharga karena fasilitas pelayanan yang belum memadai,” katanya.

Mas Sumatri juga meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan pasien emergency, mulai dari penanganan awal di fasilitas kesehatan, koordinasi antar-rumah sakit, hingga mekanisme rujukan ke rumah sakit tingkat provinsi.

Ia menegaskan, penguatan RSUD Karangasem merupakan kebutuhan mendesak. Rumah sakit daerah tersebut harus mampu menjadi benteng pertama pelayanan kesehatan bagi masyarakat Karangasem, termasuk dalam menghadapi berbagai kondisi kegawatdaruratan.

“Kami tidak ingin kasus seperti ini menjadi sesuatu yang terus berulang. Ini harus menjadi momentum untuk melakukan evaluasi dan pembenahan. Masyarakat Karangasem berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang cepat, aman dan memadai tanpa harus merasa khawatir ketika menghadapi kondisi darurat,” pungkas Mas Sumatri. (tio/bfn)