KARANGASEM, Balifactualnews.com – Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata, menerima penghargaan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali sebagai bentuk apresiasi atas komitmennya dalam mendukung program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Kabupaten Karangasem.
Penghargaan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Kepala Badan Narkotika Kabupaten (BNNK) Karangasem, Alvin Andrew Dias, dan diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Karangasem, I Ketut Sedana Merta, yang hadir mewakili Bupati pada acara puncak peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2025.
Baca Juga : Presiden Prabowo Resmikan KEK Sanur, Simbol Kemajuan Fasilitas Kesehatan Indonesia
Peringatan HANI kali ini digelar secara virtual dari Wantilan Sabha Prakerthi, Kantor Bupati Karangasem, Kamis (26/6/2025), yang terhubung langsung dengan siaran utama dari BNN RI di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta.
Mengusung tema “Memutus Rantai Peredaran Gelap Narkoba Melalui Pencegahan, Rehabilitasi, dan Pemberantasan Menuju Indonesia Emas 2045”, kegiatan ini menjadi momen reflektif sekaligus ajakan untuk memperkuat sinergi dalam melindungi generasi muda dari bahaya narkoba.
Baca Juga : Setia Mengabdi Sejak 2011, Pegawai Kontrak Ini Diangkat Jadi PPPK di Ujung Masa Kerja
Kepala BNNK Karangasem, Alvin Andrew Dias, menyampaikan apresiasinya atas peran aktif Bupati Karangasem dan jajaran Forkopimda yang selama ini konsisten mendukung program P4GN.
“Penghargaan ini kami berikan sebagai bentuk penghormatan atas perhatian serius yang diberikan oleh Bupati terhadap upaya pencegahan narkoba. Dukungan beliau menjadi energi besar bagi kami untuk terus bekerja di lapangan,” ujar Alvin.
Dalam sambutannya yang dibacakan Sekda Sedana Merta, Bupati Karangasem menegaskan bahwa perang melawan narkoba adalah tanggung jawab kolektif, bukan semata tugas aparat.
“Pemerintah daerah berkomitmen penuh mendukung langkah-langkah pencegahan dan rehabilitasi. Ini adalah perjuangan bersama demi masa depan generasi muda yang sehat, tangguh, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” tegas Gus Par.
Acara ditutup dengan prosesi renungan malam dan penyalaan lilin bersama, sebagai simbol keprihatinan atas dampak narkoba sekaligus komitmen bersama menjaga Karangasem dari ancaman peredaran gelap narkotika. (ger/bfn)













