KARANGASEM, Balifactualnews.com – Meski kapal jenis Fery sudah bisa berlayar jalur pelabuhan Padangbai Karangasem Bali ke Pelabuahan Lembar Lombaok NTB, tetapi status penyeberangan kapal Fery berstatus waspada, namun berbeda dengan kapal jenis fasboat yang masih tertahan belum beraktivitas. Hal itu disebabkan karena anomali cuaca yang tidak menentu belakangan ini. Hal itu diungkapkan, I Made Budha, Selaku Petugas Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli KSOP Padangbai.
Kepada awak media Budha mengatakan, pasca dibuka kembali aktivitas penyeberanga yang sempat ditutup Rabu malam lalu, telah kembali dibuka sejak Kamis sore (14/3) kemarin. Dimana pada saat itu juga KSOP Padangbai langsung meminta klarifikasi kepada nahkoda kapal.
“Setelah kami meminta klarifikasi terkait hal itu, meski bisa berlayar tetapi sistem di mode waspada. Oleh karena itu nahkoda dari Lembar memakai jalur pesisir nembak ke arah utara mengikuti arus,”ungkap Budha, Jumat (15/3).
Lanjutnya, bisa saja penyebrangan kembali ditutup apabila kondisi cuaca memburuk. Untuk kapal fast boat hasil koordinasi kami, belum diizinkan membawa penumpang, ada kemungkinan belum bisa berlayar hingga tanggal 17 Maret ke depan. “Keselamatan awak kapal dan penumpang adalah yang utama,” kata Budha.
Budha merinci, kapal fast boat yang memiliki ukuran body lebih rendah terlebih dengan kecepatan tinggi akan sangat berisiko apabila dipaksakan berlayar menuju Gili Terawangan. Gelombang yang tinggi rata-rata 2 sampai 2,5 meter ini cukup berbahaya bagi kapal jenis fast boat.
“Jadi untuk menyiasati para wisatawan yang telah memesan tiket menuju Gili Terawangan menggunakan jasa fast boat, kita alihkan ke kapal fery, hingga nanti cuaca normal kembali, fast boat bisa berlayar,” pungkasnya. (ger/bfn)













