KARANGASEM, Balifactualnews.com – Cuaca ekstrem yang melanda perairan Karangasem dalam beberapa hari terakhir memaksa para nelayan untuk sementara meninggalkan rutinitas melaut. Namun, kondisi ini tidak membuat mereka berdiam diri. Banyak nelayan justru memilih beradaptasi dengan beralih ke pekerjaan alternatif demi menjaga kestabilan ekonomi keluarga.
Salah satunya adalah I Wayan Kerti, nelayan asal Desa Seraya, yang sudah tiga hari tidak melaut akibat gelombang tinggi dan angin kencang. Ia kini memilih untuk memanfaatkan waktu dengan mencari pakan ternak sapi miliknya. “Daripada memaksakan diri ke laut dan berisiko, lebih baik fokus di darat dulu. Ini juga bisa membantu ekonomi keluarga,” ungkap Kerti.
Kondisi serupa juga dirasakan Malonk, nelayan dari Ujung Pesisi, dan Wayan Sudiana dari Desa Bugbug. Keduanya memilih untuk tidak mengambil risiko dengan tetap tinggal di rumah sembari mencari cara alternatif memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Lebih aman di rumah. Kalau dipaksakan bisa berbahaya. Ombak dan anginnya terlalu besar,” ujar Sudiana pada Selasa(29/7).
Sikap hati-hati ini didukung penuh oleh pemerintah desa. Perbekel Seraya Timur, I Made Pertu, menyatakan bahwa saat ini memang sudah memasuki siklus tahunan cuaca buruk di wilayah perairan Bali timur. Ia mengimbau seluruh nelayan untuk tidak melaut sementara waktu dan tetap mengutamakan keselamatan.
“Kami sudah sampaikan kepada para nelayan agar selalu mengecek informasi cuaca dan menunda aktivitas melaut jika gelombang tinggi masih terjadi. Kami khawatir akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Cuaca ekstrem yang memaksa aktivitas laut berhenti ini tak hanya berdampak pada pendapatan para nelayan, tetapi juga menggambarkan ketahanan sosial mereka dalam menghadapi tantangan alam. Adaptasi cepat seperti beralih ke sektor darat, mengelola ternak, atau pekerjaan musiman lain menjadi bukti ketangguhan masyarakat pesisir dalam menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga di tengah ketidakpastian alam.
Mereka berharap cuaca segera membaik agar bisa kembali mencari nafkah di laut, namun hingga saat itu tiba, kreativitas dan kerja keras di darat menjadi pilihan rasional untuk bertahan. (ger/bfn)













