Dalam Sepekan, 5 Griya di Budakeling Dibobol Maling

Bhawa Pedanda Berlapis Emas Ikut Digasak

dalam-sepekan-5-griya-di-budakeling-dibobol-maling
Polisi saat melakukan olah TKP terkait pencurian Bawan Ida Pedanda di salah satu Griya di Desa BudaKeling, Bebandem

KARANGASEM, Balifactualnews.com – Gelombang pencurian yang menyasar kediaman para sulinggih di Desa Budakeling, Kecamatan Bebandem, menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Dalam kurun waktu sepekan, sedikitnya lima griya menjadi sasaran pelaku pencurian dengan kerugian yang ditaksir mencapai ratusan gram emas.

Aksi pertama terjadi pada Jumat (29/5) Saat itu, dua griya dibobol pelaku yang berhasil membawa kabur sejumlah perhiasan emas. Kasus tersebut langsung dilaporkan ke Polsek Bebandem dengan harapan pelaku segera ditangkap.

Namun, harapan itu belum terwujud. Berselang satu minggu kemudian, tepatnya pada Jumat (5/6), pencurian kembali terjadi di tiga lokasi berbeda yang masih berada di kawasan Desa Budakeling. Modusnya serupa, yakni menyasar griya atau kediaman sulinggih.

Yang membuat kasus ini semakin memprihatinkan, pelaku tidak hanya mengincar barang berharga biasa. Dalam tiga kejadian terakhir, pencuri juga membawa kabur bhawa atau mahkota pedanda berlapis emas yang memiliki nilai sakral bagi pemiliknya. Dari seluruh lokasi kejadian, pelaku diduga berhasil menggondol emas dengan total mencapai ratusan gram.

Perbekel Desa Budakeling, Ida Nyoman Adi Permana, membenarkan rentetan aksi pencurian tersebut. Menurutnya, hingga saat ini tercatat sudah lima lokasi yang menjadi sasaran pelaku.

“Pencurian sudah terjadi di lima lokasi. Pertama dua lokasi minggu lalu dan tiga kejadian lagi pada hari Jumat kemarin,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (8/6)

Menyikapi kondisi tersebut, pemerintah desa telah mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam menyimpan barang berharga maupun benda-benda yang memiliki nilai adat dan keagamaan. Pihak desa juga berharap aparat kepolisian segera dapat mengungkap pelaku di balik aksi pencurian berantai tersebut.

Adi Permana menyebutkan, keberadaan kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian diharapkan dapat membantu proses penyelidikan.

“CCTV lumayan banyak ada di sekitar lokasi. Saat ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Semoga bisa menjadi petunjuk,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Bebandem AKP I Gusti Ngurah Bagus Suastawan belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penyelidikan kasus tersebut. (tio/bfn)