Dari Pesedahan, Dandim Karangasem Nyalakan Api Semangat Bela Negara

dari-pesedahan-dandim-karangasem-nyalakan-api-semangat-bela-negara
Dandim 1623/Karangasem, Letkol Inf. I Putu Gede Widiarta, S.Hub.Int.,Saat saat berdialog dengan salah seorang siswa SD di Desa Pasedahan, Kecamatan Manggis

KARANGASEM, Balifactualnews.com – Membela negara tidak selalu harus berdiri di medan perang atau mengangkat senjata. Ada medan perjuangan lain yang tak kalah penting, yakni membangun karakter, menjaga persatuan, menegakkan disiplin, serta menumbuhkan kepedulian terhadap bangsa. Pesan itulah yang digaungkan dalam kegiatan Pendidikan Pendahuluan Bela Negara (PPBN) di Pesedahan, Karangasem, Sabtu (7/11/2026).

Di tengah perubahan zaman yang semakin cepat, generasi muda tidak cukup hanya dibekali kecerdasan dan keterampilan. Mereka juga membutuhkan fondasi kebangsaan yang kuat agar tidak kehilangan jati diri dan mudah terombang-ambing oleh berbagai pengaruh.

Dandim 1623/Karangasem, Letkol Inf. I Putu Gede Widiarta, S.Hub.Int., yang hadir langsung memberikan motivasi kepada peserta, menegaskan bahwa bela negara harus dimulai dari pembentukan karakter sejak dini.

“Bela negara bukan hanya soal memegang senjata atau berjuang di medan perang. Bela negara juga tercermin dari sikap disiplin, rasa tanggung jawab, cinta tanah air, serta kepedulian terhadap lingkungan dan sesama. Hal-hal sederhana itulah yang menjadi bagian dari pengabdian kepada bangsa dan negara,” tegasnya.

Menurutnya, semangat pantang menyerah dan kedisiplinan harus menjadi bagian dari kehidupan generasi muda. Sebab, tantangan bangsa ke depan tidak hanya berkaitan dengan ancaman fisik, tetapi juga menyangkut ketahanan karakter, persatuan, dan rasa kebangsaan.

Kegiatan PPBN yang diselenggarakan Korps Menwa dan PERIP, dengan dukungan Gugus Kebangsaan Provinsi Bali, menjadi ruang untuk menanamkan nilai-nilai tersebut. Koordinator PERIP Bali, Dra. Kusumawati Sumantra, turut mendukung penguatan pendidikan kebangsaan bagi generasi muda.

Semangat serupa disampaikan Korps Menwa Indonesia Provinsi Bali, Krisna Gunartha. Ia menegaskan, Menwa memiliki peran dalam membentuk generasi muda yang tangguh, disiplin, berjiwa nasionalis, serta siap mengabdikan diri untuk bangsa dan negara.

Sementara itu, Koordinator Lapangan Heldy Ardyansah mengajak seluruh peserta mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh, menjaga kekompakan, dan membangun kepercayaan diri.

Baginya, PPBN bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan kesempatan menempa mental dan membangun kebersamaan. Nilai-nilai yang diperoleh selama pendidikan diharapkan tidak berhenti di lokasi kegiatan, tetapi dibawa pulang dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pada akhirnya, nasionalisme tidak cukup hanya diucapkan dalam upacara atau terpampang dalam slogan. Ia harus hidup dalam tindakan, tercermin melalui kedisiplinan, tumbuh dalam kepedulian, dan dibuktikan melalui kontribusi nyata bagi masyarakat.

Dari Pesedahan, sebuah pesan kembali ditegaskan: masa depan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kekuatan senjata, tetapi juga oleh kualitas karakter generasi penerusnya. (tio/bfn)