Degradasi Usai Dihantam Bali United 2-1 Adalah Karma 2017 ?

degradasi-usai-dihantam-bali-united-2-1-adalah-karma-2017
Ket Foto : Pemain Bali United Eber Bessa saat berebut bola dengan pemain Bhayangkara FC. Foto bfn/ist

DENPASAR, Balifactualnews.com – Usai dihantam Bali United 2-1 pada laga pekan 32 Liga 1 di Stadion Dipta Gianyar, Sabtu (20/4/2024) malam, Bhayangkara FC langsung dipastikan degradasi ke Liga 2 musim depan. Apakah ini bentuk karma dari kejadian 2017 ? Dan ini apakah spanduk suporter Serdadu Tridatu yang membentangkan tulisan Degradasi : Karma 2017 merupakan ingatan yang melukai suporter Bali United ?. Terlepas hal itu, Fadil Sausu dkk kini berpeluang besar melaju Championship Series dan konsentrasi pada duel lawan selanjutnya yakni Persebaya Surabaya.

Tak bisa dipungkiri jika masih ada rasa sakit di hati para suporter tim yang berhome base di Gianyar tersebut. Diduga di tahun 2017 yang seharusnya tim kesayangannya juara akhirnya harus lenyap karena diduga ada skenario yang membuat Bhayangkara FC karena ada hal teknis yang membuat Bhayangkara FC tanpa susah payah mendapat tambahan poin dan akhirnya juara. Karena itulah terbentang spanduk saat Bali United menang atas Bhayangkara FC lalu dan dipastikan Bhayangkara FC degradasi.

Terlepas dalam hal tersebut, Kemenangan Bali United tak lebih juga karena peran Fadil Sausu meski Fadil sendiri masuk sebagai pemain pengganti di menit 81 menggantikan I Made Tito Wiratama. Sebelumnya Fadil Sausu memang kerapkali dibangku cadangkan pelatih Stefano “Teco” Cugurra. Dalam laga laga tersebut, dua gol Bali United dilesakkan M. Rahmat menit 87 dan Privat Mbarga menit 90+2. Sedangkan satu-satu gol Bhayangkara FC dilesakkan Anderson Aparecido Sales di menit 71.

Lantas bagaimana penilaian Teco soal comebacknya Teco ? “Saya sudah lama kerja dengan Fadil. Fadil punya tendangan sangat bagus. Beberapa kali juga Fadil mencetak gol untuk Bali United. Saya memasukkan Fadil karena sudah evaluasi di pertandingan sebelumnya juga melawan Persikabo,” kata Teco usai laga timnya.

Secara matematis, pelatih asal Brazil itu mengutarakan jika ada 18 tendangan bola mati namun tidak ada banyak peluang dan tidak bisa mencetak gol. Di babak kedua skuadnya konsentrasi dalam menyerang.
Gol penyama kedudukan Bali United itu yang dibuat M. Rahmat saat itu ketika ada bola tendangan pojok yang sebenarnya akan dilakukan Eber Bessa. Tapi Teco langsung memberi tahu dari pinggir lapangan jika Fadil Sausu harus mengeksekusi tendangan tersebut.

“Saya rasa Fadil punya tendangan yang bagus. Sangat bagus bisa menang di pertandingan kali ini,” papar Teco.

Sedangkan Fadil Sausu sendiri berterimakasih kepada Teco karena sudah diberikan kesempatan merumput dan akhirnya membantu Bali United menang atas Bhayangkara FC.
Dirinya mengungkapkan jika setiap latihan memang ada sesi penguatan tendangan bebas yang dilakukannya.

“Pastinya saya berterima kasih kepada coach Teco karena diberikan kesempatan itu. Saya juga di latihan sering melakukan tendangan bebas. Di laga saya sudah melihat kode dari coach Teco dan saya harus mengeksekusi corner kick ini,” imbuh Fadil Sausu.

Fadil juga berterimakasih kepada lebih dari 7000 suporter yang ada di Stadion Dipta. Berkat suporter, Fadil mengaku semangat pemain Bali United berlipat ganda. “Kemenangan ini juga tidak lepas dari peran suporter. Kalau Bali United lolos ke Championship Series nanti, saya minta suporter bisa semakin banyak datang ke stadion. Jujur, kami termotivasi dengar gemuruh dari suporter di stadion,” tandasnya. (ena/bfn)

Exit mobile version