Disdikpora Karangasem Gerak Cepat Pantau Kantin Sekolah, Buntut Temuan Kasus Diabetes Dua Bocah SD

disdikpora-karangasem-gerak-cepat-pantau-kantin-sekolah-buntut-temuan-kasus-diabetes-dua-bocah-sd
I Made Agus Budiyasa, Plt Kadis Dikpora Karangasem

KARANGASEM, Balifactualnews.com – Mengantisipasi dampak buruk konsumsi makanan dan minuman tidak sehat pada anak-anak, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Karangasem akan meningkatkan pengawasan terhadap kantin-kantin sekolah, menyusul kasus dua bocah SD bersaudara asal Bebandem didiagnosis menderita diabetes.

Baca Juga : Derita Anak SD di Karangasem, Hidup Berdampingan dengan Diabetes di Usia Belia

Terhadap temuan kasus itu, Plt Kadis Pendidikan Pemuda dan Olahraga Karangasem, I Made Agus Budiyasa, menekankan pentingnya perhatian bersama dalam mengawasi konsumsi anak-anak, baik di sekolah maupun di rumah. Ia berencana untuk berkoordinasi dengan sekolah-sekolah dan guru-guru untuk meningkatkan pengawasan terhadap makanan dan minuman yang dijual di kantin sekolah.

“Penting bagi kita semua, baik sekolah maupun orang tua, untuk memantau konsumsi anak-anak. Kami akan berkoordinasi dengan sekolah dan guru untuk mengawasi makanan dan minuman di kantin sekolah,” ujar Made Agua Budiasa saat ditemui usai menghadiri rapat di gedung DPRD Karangasem, Senin (16/6).

Baca Juga :  Los Angeles Bak di Film Mobil Terbakar Penuhi Kota, Pasukan Garda Dikerahkan

Sekadar diketahui, Kasus diabetes pada dua bocah bersaudara (Gede Agus Sukmawan (13) dan adiknya Kadek Junartawan (9) asal Bebandem, Karangasem, terungkap setelah sang adik mengalami gejala seperti penurunan berat badan dan kelelahan ekstrem, yang kemudian diikuti dengan diagnosis diabetes tipe 1 dengan kadar gula darah yang sangat tinggi.

Beberapa bulan setelah adiknya terdiagnosa diabetes, sang kakak juga mengalami gejala yang sama dan memiliki kadar gula darah yang tinggi, yaitu 500. Saat ini, kondisinya semakin rumit dengan adanya gangguan penglihatan yang kemungkinan disebabkan oleh diabetes
Meskipun tidak ada riwayat diabetes dalam keluarga, orang tua anak-anak tersebut mengakui bahwa anak-anaknya memiliki kebiasaan makan yang tidak seimbang, dengan sering mengkonsumsi minuman kemasan dan mie instan di rumah dan di kantin sekolah.

Baca Juga :  Weisya Kecam Keras Perbekel Desa Baturiti 

“Anak-anak kami sangat suka minum-minuman kemasan dan makan mie instan, baik di rumah maupun di sekolah, meskipun kami tidak memiliki riwayat diabetes dalam keluarga,” ungkap I Wayan Manis dan istrinya Ni Luh Sukani saat ditemui beberapa waktu lalu di rumahnya. (tio/bfn)

Exit mobile version