KARANGASEM, Balifactualnews.com—Ni Nengah Rai (39), asal Banjar Kedampal, Desa Datah, Kecamatan Abang, menjerit histeris saat menemukan suaminya I Nyoman Gelgel (45) tertelungkup di dasar cubang (bak penampungan air) yang ada di pekarangan rumahnya. Saat di cek dengan seksama, ternyata suaminya yang menghidap sakit kepala akut. dalam kondisi sudah meninggal dunia.
Informasi yang dihimpun, Jumat (11/11/2022), menyebutkan, Ni Rai menemukan suaminya meninggal dunia di dasar cubang sedalam 3 meter, Kamis (10/11/2022), sekira pukul 18.30 Wita. Saat itu, ibu muda dua orang anak ini baru pulang dari menyabit rumput di wilayah embung II Desa Datah.
Sebelumnya sekira pukul 14.00 Wita, Ni Rai menyabit rumput bersama anaknya I Kadek Semara dengan mengendarai sepeda motor. Sedangkan korban Gelgel saat ditinggal istrinya sedang tidur di dalam kamar. Pulang dari menyabit rumput sekira pukul 16.00 Wita, Ni Rai dan anaknya I Kadek Semara tidak menemukan korban kamar tidur. Kondisi itu membuat Ibu dan anak ini kaget. Khawatir terjadi sesuatu menimpa suaminya, Ni Rai dibantu sang anak lantas melakukan pencarian di seputaran rumah. Namun yang dicari tetap tidak ditemukan.
Ditengah kepanikan, Ni Rai terus melakukan pencarian sampai ke lokasi cubang (bak penampungan air) yang ada di dalam pekarangan rumah sambil membawa lapu senter. Pencarian tidak meleset, sekira pukul 18.30 Wita, Gegel suaminya ditemukan sudah berada di dasar cubang sedalam 3 meter dengan ketinggian air cubang sekitar 2 meter.
Mendapati suaminya sudah tak ada pergerakkan, Ni Rai berteriak minta tolong. Tak berselang lama anaknya I Kadek Semara menghampiri, disusul I Wayan Sudi, kakaknya. Tak mau buang waktu dua saudara kakak beradik ini, dan dibantu warga setempat mengangkat tubuh korban yang sudah meninggal dunia dari dasar cubang dengan menggunakan tali timba air. Kejadian itu lantas disampaikan ke Kelian Banjar Dinas Kedampal I Wayan Sukadi (44), dan diteruskan ke Polsek Abang.
Seizin Kapolres Karangasem AKBP Ricko AA Taruna, Kapolsek Abang AKP Ketut Anyar, membenarkan kejadian itu. Dia mengatakan, hasil pemerisaan medis dari Puskesmas Abang, ditemukan kepala dan tanan korban mengalami luka lecet, serta lebam mayat padang punggung. Hasil olah TKP dan keterangan dari pihak keluarga, saat korban akan menimba air sakit kepala yang dideritanya kambuh sehingga terpeleset dan jatuh ke dalam cubang penampungan air
“Luka lecet pada kepala dan tangan korban karena benturan dengan dinding cubang. Hasil pemerisaan medis juga tidak menemukan ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” pungkas Kapolsek. (ger/bfn).











