Gunung Etna di Sisilia Italia Muntahkan Gumpalan Abu Panas, Wisatawan Berlarian

gunung-etna-di-sisilia-italia-muntahkan-gumpalan-abu-panas-wisatawan-berlarian
Gunung berapi Etna di Sisilia Italia, yang mengleuarkan gumpalan abu panas, tampak wisatawn berlarian, Foto: Tangkapan layar 'The Guardian'.

JAKARTA, Balifactualnews.com – Gumpalan besar abu, gas, dan batu telah keluar dari Gunung Etna di Italia, gunung berapi aktif terbesar di Eropa, tetapi pihak berwenang mengatakan tidak ada bahaya saat ini bagi penduduk.

Gambar menunjukkan awan abu-abu besar mengepul dari gunung berapi di pulau Sisilia, dimulai sekitar pukul 11.24 waktu setempat pada hari Senin, menurut Institut Geofisika dan Vulkanologi Nasional (INGV).

Kamera pengintai menunjukkan “aliran piroklastik yang mungkin dihasilkan oleh runtuhnya material dari sisi utara kawah tenggara”, kata badan tersebut.

Aliran piroklastik terjadi ketika batuan vulkanik, abu, dan gas panas menyembur dari gunung berapi. Aliran ini sangat berbahaya.

Aktivitas letusan “telah berubah menjadi pancuran lava”, kata INGV, dengan gumpalan abu diperkirakan akan menghilang ke arah barat daya, dikutip dari The Guardian Selasa(3/5)

Presiden wilayah Sisilia, Renato Schifani, mengatakan para ahli telah meyakinkannya bahwa “tidak ada bahaya bagi penduduk”, karena aliran sungai tersebut tidak melewati Lembah Singa, sebuah wilayah yang sering dikunjungi wisatawan.

Video yang diunggah di media sosial tampak memperlihatkan wisatawan bergegas menuruni lereng gunung berapi, beberapa mengambil foto, tetapi AFP tidak dapat memastikan keasliannya.

“Runtuhnya sebagian kawah tenggara, yang menghasilkan awan erupsi yang mengesankan setinggi beberapa kilometer dan aliran piroklastik, adalah fenomena yang kami pantau dengan sangat hati-hati,” kata Schifani.

Kepala unit perlindungan sipil regional, Salvo Cocina, merekomendasikan agar wisatawan menghindari area tersebut “dengan mempertimbangkan potensi evolusi fenomena tersebut”.

Peringatan merah yang dikeluarkan untuk otoritas penerbangan mengatakan ketinggian awan vulkanik diperkirakan mencapai 6,5 kilometer (lebih dari empat mil). Sementara itu, menurut otoritas setempat, Bandara Catania di dekatnya masih tetap beroperasi. (ina/bfn)