Guru Dan Siswa Waswas Belajar, Atap Sekolah SD 2 Ped Bocor

ATAP BOCOR, camat Nusa Penida Km widiasa Putra tinjau kerusakan atap SD No.2 Ped.


KLUNGKUNG, Balifactualnews.com – Mengetahui atap SD No. 2 Ped bocor diatensi Camat Nusa Penida I Komang Widiasa Putra, dengan sempat meninjau kerusakan atap di SD N 2 Ped tersebut. Camat Widiasa Putra membenarkan Kerusakan atap SD No.2 Ped tersebut, dikarenakan jatuhnya dahan pohon kelapa yang tumbuh menjulang di sekitar sekolah. Bahkan menurutnya dihubungi Senin(3/2/20),  saat hujan seperti saat ini, guru dan siswa mengaku waswas saat berada di kelas.

“Siswa dan guru khawatir kejatuhan dahan, atau bahkan buah kelapa kering saat berada di dalam kelas. Apalagi saat ini musim hujan,” ujar Camat Nusa Penida, I Komang Widiasa Putra prihatin.

Disebutkannya ada sekitar 4 kelas yang mengalami kerusakan atap, yakno ruangsn dari kelas I sampai kelas IV. Menurut penuturan para guru, kerusakan diakibatkan oleh dahan kelapa yang kerap jatuh menimpa atap ruang kelas.

“Pohon kelapa itu banyak tumbuh disekitar sekolah. Ini tentu sangat berbahaya, apa lagi musim hujan seperti saat ini. Sewaktu-waktu tidak hanya dahan, mungkin buah kelapa bisa tahun dan tentu membahayakan siapa saja yang beraktivitas di sekolah itu,” sebutnya lebih rinci.

Diakuinya kondisi ini pun sudan sejak lama terjadi. Sebelumnya pihak sekolah,  beberapa kali sempat meminta pemilik lahan untuk disekitar sekolah untuk menebang pohonnya. Namun pemilik pohon cuek, walaupun hal ini membahayakan anak-anak yang belajar di sekolah.

Dengan jebolnya atap dan plavonnya , kadang-kadang saat hujan turun air sampai masuk ke kelas. Kondisi ini tentu menganggu proses belajar mengajar di sekolah tersebut.

“Kami nanti akan coba pendekatan dengan pemilik lahan di sekitar sekolah itu. Itu milik warga lokal, dam semoga yang bersangkutan mau menebang pohonnya,” Terangnya pada wartawan.

Dipihak lain dihubungi  Kadisdik Klungkung I Dewa Gde Dharmawan menjelaskan, kerusakan atap khususnga plavon di SD 2 Ped sudah terjadi sejak 2 tahun lalu. Tahun ini sekolah tersebut sudah masuk rehab sebanyak 3 ruang kelas, dengan anggaran Rp 152 juta.Diakui kerusakan tersebut sering terjadi dengan jatuhnya buah kelapa menimpa atap bangunan sekolah.(ana/ger)

Exit mobile version