H-2 Pilkada, Isu Money Politik Kian Masif di Karangasem

Ketua Bawaslu Karangasem I Putu Gede Suastrawan ST, bersama anggota Gakkumdu melakukan patroli malam  cegah dini terhadap kemungkinan terjadinya praktek money politik. Dalam patroli tersebut Bawaslu juga menyebar brosur anti money politik.

KARANGASEM,Balifactualnews.com—H-2 Pilkada serentak 2020, kondisi keamanan Karangasem masih tetap kondusif. Kendati demikian  isu beredarnya praktek money politik  jelang pencoblosan juga berhembus kian kencang dan begerak semakin masif.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, broker politik  dikabarkan sudah mulai gerilya  melakukan serangan, sejak  H-4 pencoblosan. Bahkan di daerah Desa Tumbu, Karangasem,  dikabarkan, oknum  broker politik  ditemukan membawa tas kresek berisi  amplop, yang di dalamnya diduga berisi uang.   Saat didekati oleh warga,  oknum bersangkutan keburu kabur.

Bukan hanya itu, di daerah Dusun Samuh, Desa Bugbug,  juga dikabarkan  oknum pialang politik sudah membagi-bagikan uang  sebesar Rp 100 ribu kepada beberapa warga masyarakat disana. Broker tersebut, kini dalam pengejaran petugas.

“Nama brokernya sudah diketahui. Sekarang kita sedang menyisir  warga yang sudah  menerima uang dari broker   tersebut,” ucap salah seorang anggota  Komponen Pemuda Karangasem yang sejak awal menggelorakan gerakkan anti money politik  ini, Senin (7/12/20).

Para broker politik yang biasa menjalankan praktek money politik  di Karangasem,  kini  sudah menjadi catatan pihak keamanan, termasuk juga Gakkumdu Bawaslu  Karangasem. Bukan hanya itu, nama-nama broker tersebut beberapa diantarannya sudah terdeteksi dan menjadi catatan petugas. .Hanya saja petugas bersangkutan tidak mau membukanya.

Ketua Bawaslu Karangasem,  I Putu Gede Suastrawan ST, mengatakan, menangkal terjadinya praktek money politik tersebut, pihaknya bersama petugas Gakkumdu sudah melakukan patroli ke masing-masing wilayah yang ditengarai   rawan terjadi praktek money politik. Patroli dilakukan sejak H-3 pencoblosan Minggu (6/12/20) itu, selain menitikberatkan pada sosialisasi anti money politik, juga  dalam rangka cipta kondisi dan cegah dini terkait kemungkinan ditemukan praktek politik kotor  lainnya.

“Patroli Gakkumdu kita bagi dalam tiga tim. Hari pertama hasilnya nihil.  Tapi patroli yang kita lakukan lebih mengutamakan melakukan cegah dini dengan memberikan sosialisasi  dan menyebarkan brosur anti money politik kepada masyarakat,”ucap Suastrawan.

Dalam pengawasan  terhadap pelanggaran Pilkada,  pihaknya berharap,  agar masyarakat  proaktif untuk ikut  bersama-sama melakukan pengawasan jalannya Pilkada, dan tidak segan-segan melaporkannya  ke Bawaslu apabila ditemukan ada pelanggaran.

“Apabila masyarakat ada yang menemukan oknum yang melakukan praktek money politik jangan takut  untuk melaporkannya. Bawaslu dan Gakkumdu  siap memproses, sepanjang laporan yang disampaikan dilengkapi dengan bukti-bukti pendukung,” pungkas  Suastrawan. (ger/tio/bfn)

Exit mobile version