Utama  

Hindarkan Bumi dari Bencana Mengerikan, ini Yang Akan Dilakukan NASA dan ESA


Balifactualnews.com – Kabar terbaru datang dari badan antariksa NASA (National Aeronautics and Space Administration), bahwa mereka akan segera melakukan pertemuan dengan Badan Antariksa Eropa ESA di Roma, Italia. Pertemuan penting itu dalam upaya untuk melakukan misi bersama yakni mengalihkan sebuah asteroid yang mengancam bumi pada 2027 mendatang.


Baca :




Bagaimana tidak, Salah satu benda langit bernama asteroid yang berukuran lebih besar dari Monas itu diperkirakan oleh para ahli akan menabrak bumi. Sangat mengerikan jika itu terjadi.

Dilansir dari laman resmi ESA, yang akan dibahas dalam pertemuan penting itu adalah menyiapkan dua buah pesawat ruang angkasa dalam misi penyelamatan bumi. Salah satu cara menghindari ancaman asteroid tersebut yakni dengan menabrakkan pesawat ruang angkasa ke permukaan asteroid. Sementara pesawat lainnya yang akan melakukan misi pengumpulan data-data, dampak yang akan timbul dari tabrakan tersebut.

Dalam kutipan laman ESA juga menyebutkan bahwa, kedua badan antariksa itu menyiapkan pesawat ruang angkasa yang akan dipergunakan dalam misi penyelamatan bumi dan juga melakukan sejumlah uji coba.



“Kami sudah dalam tahap konstruktsi terhadap pesawat ruang angkasa yang diberi nama DART, untuk diluncurkan pada musim panas 2021 dan akan melakukan uji coba pada September 2022,” seperti yang ditulis Juru Bicara ESA.

Dalam sebuah uji coba yang dilakukan oleh Tim gabungan NASA dan ESA, juga menyebutkan telah menyiapkan miniatur asteroid yang bernama LICIACube (Light Italian CubeSat) dan diterbangkan sejauh 6,6 kilometer. Saat uji coba dilakukan, tim gabungan NASA dan ESA telah menyiapkan miniatur asteroid yang bernama LICIACube (Light Italian CubeSat) dan diterbangkan sejauh 6,6 kilometer.

Sedangkan pesawat kedua yang diberi nama Hera itu, dirancang sendiri oleh ESA. Pesawat ini pun dikabarkan dalam tahap pengerjaan akhir dan dijadwalkan akan melakukan di uji coba pada Oktober 2024 mendatang.

Seperti diketahui, bahwa pada 26 Maret lalu para astronom NASA dikejutkan dengan temuan sebuah asteroid yang melintas saat malam hari, dimana asteroid ini jauh lebih gelap dibandingkan dengan Pluto, mereka memberi nama asteroid itu dengan PDC 2019.

Dalam temuan itu, diketahui asteroid PDC 2019 memiliki orbit yang melewati 0,05 unit astronomi. Kemudian para ahli NASA dan ESA berspekulasi bahwa asteroid raksasa itu akan menghantam Bumi tepatnya pada 29 April 2027. (ger)

Exit mobile version