Kampung Nelayan Merah Putih di Karangasem Jadi Proyek Percontohan di Bali

kampung-nelayan-merah-putih-di-karangasem-jadi-proyek-percontohan-di-bali
Dirjen Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan, Komjen Pol Lotharia Latif, didampingi Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata meninjau lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Banjar Dinas Batu Kori, Desa Seraya Timur, Karangasem, Selasa (7/10).

KARANGASEM, Balifactualnews.com — Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Salah satunya melalui pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih yang kini mulai dikerjakan di Banjar Dinas Batu Kori, Desa Seraya Timur, Kecamatan Karangasem. Proyek yang baru mencapai sekitar 5 persen ini menjadi kampung nelayan pertama dan satu-satunya di Bali.

Dirjen Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan, Komjen Pol Lotharia Latif, menegaskan bahwa kawasan ini tidak hanya menjadi tempat aktivitas nelayan semata, tetapi juga akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang seperti pabrik es, gudang penyimpanan hasil laut, hingga tempat pelelangan ikan modern.

“Ketika masa panen ikan tiba dan hasil tangkapan melimpah, nelayan bisa menyimpan dulu hasilnya. Dengan begitu, harga jual tetap stabil dan tidak jatuh di pasaran,” ujar Latif saat meninjau lokasi, Selasa (7/10).

Menurutnya, Karangasem dipilih sebagai lokasi percontohan karena memiliki potensi perikanan tangkap yang besar. Dari total sekitar 17 ribu nelayan di Bali, 5 ribu diantaranya berasal dari Karangasem. Selain itu, pemerintah daerah dinilai sangat mendukung dan menyediakan lahan yang representatif untuk pembangunan.

“Karangasem kami jadikan contoh karena masyarakatnya banyak berprofesi sebagai nelayan, dan dukungan pemerintah daerahnya luar biasa,” imbuhnya.

Latif menambahkan, keberhasilan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Karangasem akan membuka peluang bagi daerah lain di Bali untuk memiliki kawasan serupa. Pemerintah pusat menargetkan 100 kampung nelayan rampung di tahun 2025, dan meningkat menjadi 1.000 kampung pada tahun berikutnya.

Ia optimistis, kehadiran kampung nelayan ini akan membawa dampak besar bagi ekonomi lokal. Jika kelak dilengkapi dengan pelabuhan khusus pengiriman ikan dan fasilitas wisata tematik berbasis bahari, kawasan ini bisa menjadi magnet baru bagi wisatawan sekaligus membuka peluang bagi pelaku UMKM di sektor kuliner dan pengolahan hasil laut.

“Kampung nelayan ini bisa menjadi daya tarik baru. Wisatawan bisa datang melihat proses pengelolaan ikan, menikmati hidangan laut segar, dan berinteraksi langsung dengan nelayan. Semua pihak bisa sejahtera,” ungkap Latif optimis.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Karangasem, I Made Sugiartha, menuturkan potensi hasil tangkapan ikan di wilayahnya sangat besar, mencapai 26 hingga 28 ribu ton per tahun. Bahkan, saat musim puncak panen, tangkapan bisa mencapai 100 ton per hari di satu titik wilayah saja.

Namun, melimpahnya hasil tangkapan justru sering membuat harga ikan anjlok di pasaran. Karena itu, keberadaan Kampung Nelayan Merah Putih diharapkan menjadi solusi nyata agar harga tetap stabil dan nelayan tidak lagi merugi.

“Kami berharap pembangunan ini benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan Karangasem,” ujar Sugiartha.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat dan daerah, Kampung Nelayan Merah Putih di Seraya Timur diharapkan menjadi simbol kemandirian nelayan Bali—tempat di mana laut bukan hanya sumber penghidupan, tetapi juga pusat kemajuan ekonomi masyarakat pesisir. (tio/bfn)