KARANGASEM, Balifactualnews.com – Kekayaan kerajinan dan wastra tradisional Karangasem dipersiapkan untuk tampil lebih luas melalui ajang Dekranasda Bali Fashion Roadshow 2026. Momentum ini tidak sekadar menjadi panggung peragaan busana dan pameran produk kerajinan, tetapi juga diarahkan sebagai ruang promosi, penguatan kreativitas, serta pembukaan peluang pasar bagi pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.
Karangasem tidak ingin hanya dikenal sebagai daerah yang kaya akan warisan budaya dan tradisi, tetapi juga mampu menunjukkan bahwa kekayaan tersebut dapat dikembangkan menjadi produk kreatif bernilai ekonomi tinggi. Melalui kegiatan ini, berbagai potensi kerajinan, kain tradisional, hingga karya berbasis kearifan lokal diharapkan semakin mendapat tempat di tengah perkembangan industri fashion dan ekonomi kreatif.
Persiapan kegiatan tersebut terus dimatangkan. Ketua Dekranasda Kabupaten Karangasem, Ny. Mas Parwata, saat dikonfirmasi, Rabu (4/11), mengatakan Dekranasda Bali Fashion Roadshow 2026 menjadi kesempatan penting untuk memperkenalkan potensi kerajinan dan wastra Karangasem kepada khalayak yang lebih luas. Menurutnya, kekayaan budaya yang dimiliki daerah harus terus dijaga sekaligus dikembangkan agar mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas aslinya.
“Mari kita tunjukkan bahwa Kabupaten Karangasem memiliki potensi kerajinan dan wastra yang membanggakan, serta mampu menjadi bagian penting dalam pelestarian budaya Bali,” tegas Ny. Mas Parwata.
Ia menilai, potensi kerajinan daerah tidak cukup hanya dipertahankan sebagai warisan turun-temurun. Diperlukan kreativitas, inovasi, dan sentuhan pengembangan agar produk lokal mampu memiliki daya tarik serta nilai tambah. Dengan demikian, warisan budaya tidak berhenti sebagai simbol identitas, tetapi juga dapat menjadi sumber penghidupan dan penggerak ekonomi masyarakat.
Dalam konteks tersebut, keterlibatan desainer lokal, perajin, serta pelaku IKM dan UMKM menjadi bagian penting dalam menyukseskan roadshow. Kolaborasi antarpelaku ekonomi kreatif diharapkan mampu melahirkan karya yang tidak hanya menarik dari sisi desain, tetapi juga tetap mencerminkan karakter dan identitas budaya Karangasem.
Ny. Mas Parwata juga berharap kegiatan ini dapat memberikan ruang lebih besar bagi para perajin dan pelaku usaha lokal untuk memperlihatkan hasil kreativitas mereka. Sebab, di balik setiap produk kerajinan terdapat keterampilan, ketekunan, serta proses panjang yang melibatkan pengetahuan dan tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Melalui panggung fashion roadshow, produk-produk unggulan Karangasem diharapkan tidak hanya dikenal oleh masyarakat Bali, tetapi juga menarik perhatian pasar yang lebih luas. Kesempatan tersebut sekaligus dapat membuka jejaring pemasaran, mempertemukan pelaku usaha dengan konsumen potensial, serta mendorong tumbuhnya kolaborasi antara desainer dan perajin lokal.
Lebih jauh, Dekranasda Karangasem ingin menjadikan momentum ini sebagai dorongan bagi generasi muda untuk ikut mencintai, mengenali, dan mengembangkan warisan budaya daerah. Pengembangan wastra dan kerajinan tidak boleh berhenti pada upaya pelestarian semata, tetapi harus mampu beradaptasi dengan kebutuhan pasar dan perkembangan industri kreatif tanpa menghilangkan nilai filosofis yang melekat di dalamnya.
“Wastra bukan sekadar warisan yang dikenakan, melainkan identitas budaya yang harus dijaga, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi mendatang,” tandasnya. (tio/bfn)













