KARANGASEM, Balifactualnews.com–Tensi politik jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Karangasem sedikit mulai menghangat. Kondisi itu dipicu dugaan penjegalan pasangan calon kepala daerah (bacakada) dari calon independen, I Wayan Kari Subali dan I Ketut Putra Ismaya, untuk maju dalam Pilkada, 27 November mendatang.
Indikasi penjegalan itu disampaikan langsung bakal calon wakil bupati pasangan Karisma, I Ketut Putra Ismaya Jaya saat berkoordinasi ke Bawaslu Karangasem, Jumat (19/7/2024) sore tadi.
Kedatangan Ismaya ke Bawaslu didampingi ketua Tim Pemenangan pemenangan paket Karisma, I Ketut Rudia. Selain itu juga terlihat Ngurah Maharjana, Mang Jot dan Suparni, serta LO paket tersebut.
Arah penjegalan itu terkesan dari proses pengawasan yang dilakukan Bawaslu Karangasem, terkait verifikasi faktual tahap pertama beberapa waktu lalu.
“Kami bunya bukti video, ada pertanyaan dari pengawas yang terkesan menggiring. Kami menduga ini pesanan untuk menggagalkan proses pencalonan kami maju Pilkada Karangasem dari jalur independen,” ucap Ismaya.
Ismaya mengaku sangat dirugikan dengan kejadian tersebut. Ini juga membuat pihaknya mendatangi Bawaslu Karangasem agar bisa mendapatkan penjelasan terkait indikasi penjegalan tersebut.
“Kami berharap Bawaslu bisa bekerja dengan baik dan benar-benar memberikan pengawasan terbaik terhadap paket Karisma yang saat ini sedang berjuang untuk melewati proses-proses yang begitu berat agar bisa menjadi pasangan calon di Pilkada nanti,” harapnya.
Senada dengan Ismaya, Ketua Tim Pemenangan Karisma, I Ketut Rudia mengatakan, kedatangannya ke Bawaslu untuk berkoordinasi berkaitan dengan hasil vermin, verfak dan dinamika verfak di lapangan. Dan tujuh orang pendukung Karisma yang tidak di verfak.
“Saat rapat pleno lalu (10/7/2024) Bawaslu mengatakan ada tujuh orang pendukung Karisma yang tidak di verfak. Tapi setelah di selusuri bawaslu akhirnya mengklarifikasi bahwa tujuh orang yang tidak di verfak ternyata informasi didapatkan oleh satu orang,” ucap Rudia.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Karangasem, I Nengah Putu Suardika, menegaskan, bahwa pihaknya selama melakukan pengawasan sesuai dengan prosedur dan norma yang ada dan tidak pernah mengintimidasi pendukung Karisma.
“Kami sudah mengingatkan jajaran petugas dibawah untuk melakukan pengawasan sesuai peraturan yang ada. Yang jelas, tidak ada intimidasi seperti yang disampaikan mereka,” tegasnya.
Terkait bukti video yang diserahkan Tim Pemenangan paket Karisma, pihaknya akan melakukan kroscek atau memastikan lagi terhadap tuduhan yang disampaikan tersebut. “Apabila benar ditemukan ada petugas yang seperti itu, maka kami akan memberikan sanksi,” tegas Suardika, seraya menambahkan, tujuh pendukung Karisma yang sebelumnya tidak di verfak, KPU menyampaikan, bahwa empat orang diantaranya dinyatakan memenuhi syarat dan dua orang tidak memenuhi syarat karena alamatnya tidak tidak ditemukan. Sedangkan satu lagi karena yang bersangkutan seorang ASN. (tio/bfn)
