DENPASAR, Balifactualnews.com – Seleksi biliar untuk para pebiliar yang nantinya menghuni tim pra-PON biliar Bali ditegaskan jika acuan utamanya yakni Kejuaraan Nasional (Kejurnas) dan hasil Porprov Bali XV/2022 lalu.
Seperti diutarakan Ketua Umum Pengprov POBSI Bali, dr. Putu Laksmi Anggari Putri Duarsa, semua acuan seleksi itu juga berdasarkan dari KONI Bali yang dipaparkan pada Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) KONI Bali lalu.
“Sebenarnya acuannya ada lagi selain Kejurnas dan hasil Porprov Bali yakni SEA Games dan Asian Games termasuk Olimpiade. Jadi kalau ada yang sampai bisa tembus even internasional itu maka boleh juga ikut seleksi. Rencananya seleksi biliar digelar pada Mei tahun 2023 mendatang,” tutur Laksmi Duarsa di Denpasar, Minggu (5/3/2023).
Selama ini lanjut wanita yang berprofesi sebagai dokter spesialis kulit dan kelamin itu, apapu yang digelar POBSI Bali pastinya juga mengikuti apa yang menjadi acuan dan program KONI Bali.
“Kalau aturan KONI Bali sejalan dengan aturan di POBSI maka pastinya kami jalankan. Tak hanya itu KONI Bali yang selama ini memberikan anggaran untuk kegiatan nasional jika mengharapkan jumlah kuota dengan dasar mengikuti nomor yang potensi meraih medali juga akan kami ikuti,” tambah Laksmi Duarsa.
Diakuinya, juga setiap akan melakukan kegiatan termasuk hasil seleksi nantinya karena itu terkait dengan kuota atlet di pra-PON, POBSI Bali akan berkoordinasi sekaligus meminta arahan dulu ke KONI Bali.
“Intinya kami akan selalu menjalankan apa yang menjadi arahan KONI Bali karena kami anggota KONI Bali. Terpenting nantinya bagaimana menyiapkan dengan baik seleksi itu sendiri dan menghasilkan hasil terbaik,” tutup Laksmi Duarsa. (ena/bfn)
