Kementerian LH Jadikan Karangasem Contoh Penanganan Sampah Berbasis Sumber

kementerian-lh-jadikan-karangasem-contoh-penanganan-sampah-berbasis-sumber
Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata bersama Wabup Pandu Prapanca Lagosa dan Forkompinda saat meninjau kondisi TPA Butus, Desa Buana Giri Bebandem, beberapa waktu lalu

KARANGASEM, Balifactualnews.com – Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata, dan Wakil Bupati Pandu Prapanca Lagosa, terus menggalakkan deklarasi perang terhadap sampah plastik dengan melakukan pemilahan sampah berbasis sumber. Hasilnya sangat signifikan, volume sampah yang sebelumnya mencapai 23 truk per hari, kini berhasil diturunkan menjadi 16 truk per hari.

Baca Juga : Taman Bali Indah Pura Terbesar di Eropa, Bukti Peradaban Bali Mendunia

Artinya sejak pemberlakuan gerakan memilah sampah berbasis sumber, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karangasem berhasil mengurangi tumpukan sampah 21 ton per hari.
Keberhasilan ini tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga mendapatkan pengakuan dari Kementerian Lingkungan Hidup sekaligus menjadi kado istimewa menjelang perayaan Hut ke 385 Kota Amlapura. Pasalnya, Kementerian Lingkungan Hidup menjadikan Karangasem sebagai percontohan dalam penanganan sampah berbasis sumber. Hal ini menunjukkan bahwa upaya pemerintah daerah dalam menangani masalah sampah telah menunjukkan tren positif.

Dengan kerja keras dan komitmen yang kuat, Bupati Gus Par dan Wabup Guru Pandu berhasil mengubah sampah menjadi masalah yang dapat ditangani dengan baik. Ini membuktikan bahwa dengan strategi yang tepat dan partisipasi aktif masyarakat dan pemerintah dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

Baca Juga : HUT Kota Amlapura ke-385, Pemkab Karangasem Pasang Bendera Merah Putih

“Kerja keras dan komitmen yang kuat membuat kami yakin bahwa masalah sampah dapat ditangani dengan baik, dan lingkungan yang lebih bersih dan sehat dapat tercapai,” kata Wabup Guru Pandu, beberapa waktu lalu.

Pandu menambahkan, Pemerintah Kabupaten Karangasem, menunjukkan komitmennya terhadap lingkungan bersih dan sehat dengan mengimplementasikan program deklarasi Pilah Sampah yang didukung oleh lurah, camat, dan kepala lingkungan. Program ini memanfaatkan teknologi terbarukan untuk mengolah sampah dengan lebih efektif.

“Dengan dukungan teknologi terbarukan dan mesin incinerator di TPA Butus, kami berharap program Deklarasi Pilah Sampah dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat,” ungkap Guru Pandu.

Dalam upaya mengatasi masalah sampah di Karangasem, Pemkab Karangasem berencana membangun Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) di setiap kecamatan. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi tumpukan sampah di TPA Butus dan meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah di wilayah tersebut.

Baca Juga : Pemkab Klungkung dalam Aksi ‘Prana Jagat Kerthi’, Tebar Bibit Ikan, Rawat Kehidupan

Pembangunan TPS di setiap kecamatan ini akan difokuskan pada lokasi-lokasi yang memenuhi standar teknis, termasuk di Desa Tumbu, Bebandem, Tegallinggah, dan Desa Seraya. Selain itu, pemerintah daerah juga akan mempercepat pembangunan TPS3R (Reduce, Reuse, Recycle) di beberapa lokasi lain.

Salah satu langkah konkret yang telah dilakukan adalah penyegelan TPA Butus di Desa Bhuana Giri, Kecamatan Bebandem, yang hanya akan menerima sampah residu (sampah yang tersisa setelah pengolahan). Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam pengelolaan sampah yang lebih baik dan berkelanjutan.

Pemerintah daerah juga menekankan pentingnya gerakan pilah sampah di masyarakat dan akan menindak tegas pembuangan sampah sembarangan. Gerakan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan benar, serta mengurangi dampak negatif sampah terhadap lingkungan.

“Kami berkomitmen untuk pengelolaan sampah yang lebih baik dan berkelanjutan, dengan membangun TPS dan TPS3R, serta menindak tegas pembuangan sampah sembarangan,” kata Guru Pandu, seraya menambahkan bahwa kesadaran masyarakat untuk memilah sampah berbasis sumber sudah mulai terlihat. Meskipun belum 100 persen, tetapi hal ini sudah mulai dilakukan.

“Kita baru memulai, tapi dengan langkah awal ini, kita berharap bisa mencapai tujuan yang lebih baik di masa depan, khususnya di Kota Amlapura,” imbuh Guru Pandu.
(tio/bfn)