KARANGASEM, Balifactualnews.com – Di bawah kepemimpinan Bupati I Gusti Putu Parwata dan Wabup Pandu Prapanca Lagosa, Karangasem mengalami perubahan signifikan dalam pembangunan infrastruktur jalan. Jalan-jalan rusak yang sebelumnya menjadi sorotan masyarakat, kini mulai diperbaiki dan dibangun dengan lebih baik.
Baca Juga : Kejari Klungkung Selamatkan Rp228 Juta dari Kasus Korupsi Dana Komite SMKN 1 Klungkung
Dengan menempatkan pembangunan infrastruktur jalan sebagai prioritas utama, Gus Par dan Guru Pandu berhasil mengurangi keluhan masyarakat tentang kondisi jalan di Karangasem.
Langkah itu dilakukan bukkan hanya untuk meningkatkan mobilitas masyarakat, tetapi juga berdampak positif pada perekonomian dan kualitas hidup masyarakat Karangasem. Dengan demikian, kepemimpinan Gus Par dan Guru Pandu telah membawa perubahan yang signifikan bagi Karangasem.
Kecepatan dan ketegasan Gus Par dalam menangani masalah infrastruktur jalan menunjukkan komitmennya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Karangasem. Tidak hanya itu, dirinya juga memerintahkan Dinas PUPR Perkim untuk menambal jalan-jalan berlubang di sepanjang jalur Karangasem-Klungkung untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas. Dan yang terbaru dirinya turun langsung meninjau jalan Kastala bersama Dinas PUPR KIM melakukan penanganan perbaikan jalan yang rusak akibat diterjang banjir.
Baca Juga : Bupati Adi Arnawa Groundbreaking Pembangunan dan Perluasan Gedung DPRD Badung
Menurut Gus Par, jalan tersebut merupakan akses vital yang sering digunakan oleh anak-anak sekolah dan masyarakat dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
“Jalan lingkar Kastala-Bebandem yang rusak akibat tergerus banjir akan kami perbaiki melalui APBD Perubahan nanti,” ucap Gus Par.
Sekadar diketahui, panjang jalan yang harus ditangani oleh Dinas PU Perkim Karangasem sepanjang 1.201,60 km. Jalan Kabupaten tersebut terdiri dari 575 ruas jalan di delapan kecamatan.
Baca Juga : Peringati Hari Bung Karno, Percasi Buleleng Bersama Pemerintah Desa Bungkulan Gelar Kejuaraan Catur Se-Bali
Tahun 2025 kondisi jalan kabupaten dari hasil survei yang dilaksanakan pada akhir tahun 2024, 54,22 % dalam kondisi baik, sedang 13,86%, rusak ringan 9,85%, dan rusak berat 22,07%. Sedangkan kondisi mantap jalan kabupaten sebanyak 68,08%, dan tidak mantap 31,92%.
“Saat ini, panjang jalan dalam kondisi mantap mencapai 818,05 km, dan kita membutuhkan anggaran sekitar Rp 54 miliar lebih untuk pemeliharaan rutin jalan,” ungkap Bupati Gus Par. (tio/bfn)













