Ketua DPRD Karangasem Turun ke Muncan, Cek Tower Provider Langgar Ketentuan

banner 120x600

Ketua DPRD Karangasem I Wayan Suastika saat mengecek pembangunan tower yang disinyalir melanggar aturan, di Desa Muncan, Selat-Karangasem. Jumat(28/1/2022).

KARANGASEM, Balifactualnews.com — Banyaknya wilayah Kabupaten Karangasem yang menjadi jalur balnk spot jaringan komunikasi dan akses internet, Bupati Karangasem, I Gede Dana terus berupaya untuk meningkatkan jaringan telekomunikasi maupun jaringan internet di Kabupaten yang dipimpinnya. Namun masih saja ada provider yang melanggar aturan dengan membangun tower tak sesuai aturan dan tanpa dilengkapi izin dari pemkab Karangasem.

Karena tidak membangun tower di jalur blank spot dan sering mendapatkan aduan akan ulah tak bertanggungjawab provider tersebut, membuat geram Ketua DPRD Karangasem I Wayan Suastika. Sebagi bentuk dukungan terhadap upaya Bupati Gede Dana dalam meretas jalur blank spot layanan internet masyarakat, Suastika turun gunung melakukan monitoring pembangunan tower ke Desa Muncan, Desa Selat dan Desa Duda, Kecamatan Selat, Jumat (28/1/2022).

Monitoring yang dilakukan bersama Camat Selat I Nengah Danu, itu, Suastika menemukan tower jaringan telekomukasi yang dibangun di tiga desa tersebut melanggar aturan dengan tidak melengkapi izin seperti yang dipersyaratkan.

“Ya tadi turun ke Desa Muncan, Desa Selat karena pengusaha provider membangun tower tanpa melengkapi dokomen (izin) dari pemerintah dan tidak ada sosialisasi ke masyarakat setempat ,” terang Suastika.

Kata Suastika, pembagunan tower yang ada di Desa Selat saat ini pengerjaan tower tersebut sudah 50%, namun prses pembangunan yang dilakukan tidak diawali sosialiasi kepada masyarakat dan tidak mengantongi izin dari pemerintah.

“Saat turun, dilokasi kita bertemu Wili Triatmaji, koordinator pengerjaan tower itu mengaku bekerja atas perintah atasannya Fery Criatianto yang disebut-sebut sebagai pemenang tender proyek tersebut,” ungkap Suastika.

Terhadap temuannya itu, Suastika mendesak agar dinas terkait segera turun kelapangan untuk menyikapi kondisi yang ada di lapangan. “Kami sudah minta Kadiskominfo dan Kadis Perijinan segera menyikapinya. Kalau ini dibiarkan jelas sangat merugikan dari sisi keinginan pemerintah daerah dalam memberikan layanan internet kepada masyarakat yang ada di jalur blank spot,” pungkasnya.

Dipihak lain Kadis Perijinan Karangasem, I Ketut Merta Dina, mengaku belum sempat mengecek keberadaan tiga tower bodong yang dibangun di wilayah Kecamatan Selat itu. Kendati demikian untuk tahun 2022, pihaknya belum ada mengeluarkan selembar izin berkaitan pembangunan tower di Karangasem.

“Tahun 2022 ini belum ada provider yang mengajukan permohonan izin pembangunan dimaksud san sampai saat ini kami belum ada mengeluarkan selembar izin dari pembangunan tower dimaksud.  Segera akan kami cek.  Kalau ada permohonan, kami (tim) pasti turun mengecek izin zonasi dan koordinat yang ada. Kalau tidak ada masalah baru lanjut pada perijinan yang lain. Tapi, yang pasti saat ini kami belum ada mengeluarkan selembar izin pun dari pembangunan tower tersebut,” tegas Merta Dina. (ger/bfn)