KARANGASEM, Balifactualnews.com – Ketua Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kabupaten Karangasem, Ibu Anggreni Pandu Lagosa, mengajak para perempuan Hindu di Karangasem untuk memperkuat peran dan kontribusinya dalam keluarga maupun masyarakat.
Ajakan tersebut disampaikan saat kegiatan sosialisasi bertema “Makna dan Peran Perempuan Hindu dalam Merayakan Hari Raya Galungan dan Kuningan” yang digelar di Gedung Mall Pelayanan Publik (MPP) Karangasem, Senin (10/11).
Dalam kesempatan itu, Ibu Anggreni menegaskan bahwa makna perayaan Galungan dan Kuningan tidak semata-mata tentang pembuatan banten atau pelaksanaan yadnya. Lebih dari itu, momen suci tersebut merupakan waktu untuk memperkuat nilai ketulusan, kesabaran, dan pengabdian perempuan Hindu demi keharmonisan keluarga dan lingkungan.
“Kalau ibu-ibu sudah memahami ajaran dharma dengan baik, akan muncul kedamaian dan kekuatan yang menuntun hidup ke arah yang benar,” ujar Ibu Anggreni.
Ia menambahkan, perempuan Hindu memiliki potensi besar dalam membangun daerah. Karena itu, perempuan Karangasem diharapkan tidak hanya berperan di ranah domestik, tetapi juga aktif dalam berbagai bidang seperti sosial, ekonomi, hukum, dan politik.
Melalui kegiatan tersebut, WHDI Karangasem berkomitmen untuk terus memperkuat kapasitas organisasi dan mendorong kesetaraan peran perempuan dalam pembangunan daerah. (tio/bfn)













