Kodrat Evaluasi Total Hadapi Pra-PON 2023

kodrat-evaluasi-total-hadapi-pra-pon-2023
Latihan matang petarung Bali saat hadapi PON Papua XX/2021 silam. Foto : bfn/ena

DENPASAR, Balifactualnews.com – Tak menunggu lama, Pengprov Kodrat Bali bakal melakukan evaluasi total terkait dengan hasil kegiatan atau kejuaraan bail level lokal maupun nasional di tahun 2022, dengan mengumpulkan dewan pelatih. Baik hasil Porprov Bali XV/2022, Kejurnas maupun ketentuan atlet kriteria masuk tim pra-PON Bali. Rapat evaluasi itu juga sekaligus merancang skema kriteria atlet yang masuk tim pra-PON Bali. Selain itu Kodrat Bali juga bakal memanggil atlet berpredikat nasional yang telah berpengalaman mencicipi gelaran PON XX/2021 di Papua.

Menurut Sekretaris Umum (Sekum) Pengprov Kodrat Bali, Agung Bagus Tri Candra Arka, rapat itu nantinya bertujuan untuk menyamakan persepsi, agar ada pemahaman sama jelang menentukan petarung tim pra-PON Bali. Artinya apakah murni menggunakan petarung juara Porprov Bali XV/2022 atau kembali membuka peluang bagi petarung berpengalaman yang telah menunjukkan prestasi di level nasional.

“Dari pengalaman Kejurnas di Bandung pada 20 Desember 2022 lalu, Tim tarung derajat Bali hanya mampu meraih 1 medali emas. Petarung yang turun waktu itu merupakan juara Porprov Bali, dengan hasil kurang maksimal,” ujar pria yang akrab disapa Gung Cok itu, Senin (16/1/2023)

Gung Cok yang juga Binpres KONI Bali juga meyebutkan, dengan hasil Kejurnas yang dinilainya belum maksimal harus dipikirkan kembali. Apakah harus kembali memanggil petarung yang tidak sempat turun di Kejurnas, namun memiliki pengalaman di level nasional.

Para petarung yang meraih medali PON Papua namun yang tak turun di Kejurnas 2022 lalu disebutkan Gung Cok yakni, Made Ardi Arimbawa kelas 64,1-67 kg putra peraih emas PON XX/2021 di Papua tidak turun di Kejurnas karena halangan nikah, selanjutnya Gede Dicky Handika Putra di kelas 58,1-61kg peraih emas PON XX/2021 di Papua namun tidak turun di Kejurnas karena hanya mampu meraih perak saat Porprov Bali, termasuk Ferdy Surya Dewa Yana kelas 49,1-52 kg putra peraih perunggu di ajang PON XX/2021 yang tidak turun di Kejurnas karena kandas di ajang Porprov Bali, dan terakhir ada nama petarung Ni Made Yogi Astrini kelas 58,1-62 kg peraih perak di ajang Porprov namun tidak turun di kejurnas. (ena/bfn)

Exit mobile version