Lantik 6 Pejabat, Bupati Gus Par Tekankan Integritas dan Kinerja

lantik-6-pejabat-bupati-gus-par-tekankan-integritas-dan-kinerja
Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata saat melantik enam PNS dan pejabat fungsional di lingkungan Pemkab Karangasem, Selasa (27/10)

KARANGASEM, Balifactualnews.com – Jabatan di pemerintahan bukan tiket untuk mengejar kekuasaan. Bagi Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata, jabatan adalah manah yang harus dibuktikan melalui kerja, integritas dan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pesan itu disampaikan Gus Par saat melantik enam Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karangasem, Selasa (27/10).

Didampingi Sekda Karangasem I Ketut Sedana Merta, Wakil Ketua DPRD Karangasem I Gusti Agung Dwi Putra dan Kepala BPKSDM Cokorda Alit Suya Prabawa, Gus Par meminta pejabat yang baru dilantik tidak terjebak pada kebanggaan atas jabatan yang diemban.

Menurutnya, ukuran keberhasilan seorang pejabat bukan terletak pada kedudukan maupun kewenangan yang dimiliki, tetapi pada kemampuan menyelesaikan persoalan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Jabatan bukan semata-mata tentang kedudukan, kewenangan, ataupun pengakuan, tetapi merupakan tanggung jawab untuk memberikan pelayanan terbaik, menyelesaikan persoalan, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Gus Par menekankan empat modal utama yang harus melekat pada setiap aparatur, yakni dedikasi, loyalitas, integritas dan profesionalisme. Keempatnya harus berjalan beriringan dengan peningkatan kinerja serta disiplin.

Dedikasi, kata dia, harus dibuktikan melalui kesungguhan dalam memberikan pelayanan. Integritas menjadi fondasi dalam mengambil keputusan, sementara loyalitas diwujudkan dengan mematuhi aturan, menjaga komitmen terhadap organisasi dan mendukung visi-misi Pemkab Karangasem.

Sedangkan profesionalisme menuntut setiap pejabat terus meningkatkan kompetensi, kualitas kerja dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan serta kebutuhan masyarakat.

“Disiplin tidak cukup dimaknai sebatas kepatuhan terhadap jam kerja dan peraturan. Lebih dari itu, disiplin merupakan wujud komitmen, tanggung jawab, dan kesungguhan dalam menjalankan tugas,” ujarnya.

Karena itu, Gus Par meminta pejabat fungsional bekerja secara optimal, efektif, efisien dan akuntabel. Setiap target harus terukur dan hasilnya dapat dirasakan masyarakat.

Ia juga meminta para pejabat yang baru dilantik mampu menjadi teladan dalam etos kerja sekaligus konsisten meningkatkan kapasitas sesuai bidang keahlian masing-masing.

Pesan serupa disampaikan kepada para kepala perangkat daerah. Gus Par meminta pimpinan memberikan ruang kerja yang sehat bagi pejabat dan pegawai untuk berkembang, mulai dari kejelasan tugas, target kinerja hingga dukungan terhadap peningkatan kompetensi.

Komunikasi dan koordinasi juga harus dibangun secara terbuka. Ia mengingatkan agar tidak ada perlakuan berbeda terhadap pegawai yang tidak memiliki dasar objektif.

Penghargaan, menurut Gus Par, harus diberikan berdasarkan prestasi. Sementara kesempatan pengembangan karier maupun kompetensi harus disesuaikan dengan kebutuhan organisasi dan kemampuan pegawai.

“Keberhasilan seorang pimpinan tidak hanya diukur dari tercapainya target perangkat daerah, tetapi juga dari kemampuannya membangun tim yang kompeten, berintegritas, dan mampu bekerja secara berkelanjutan,” katanya.

Pelantikan enam pejabat tersebut diharapkan menjadi bagian dari penguatan birokrasi Pemkab Karangasem. Bagi Gus Par, jabatan tidak boleh berhenti sebagai urusan administratif, tetapi harus menjadi alat untuk memperbaiki pelayanan publik dan menghadirkan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat. (tio/bfn)