Merajut Kebersamaan Dalam Bingkai NKRI, Forkopimda dan Tokoh Etnis Jaga NKRI


KLUNGKUNG – Keberagaman masyarakat Indonesia pada dasarnya menjadi modal penting dalam pembangunan bangsa dan menjaga keutuhan berbangsa dan bernegara dalam bingkai NKRI. Karena pentingnya hal itu, Kapolres Klungkung AKBP I Komang Sudana, SH, SIK, MH.

Mengajak seluruh Komponen masyarakat, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, serta Guru maupun Siswa SMA/SMK Kab.Klungkung yang hadir untuk bersatu menjaga keutuhan bangsa lewat acara yang bertajuk “Merajut Kebersamaan Dalam Bingkai NKRI“ yang dilaksanakan bertempat di obyek wisata Kaliunda, Paksebali, Dawan, KLungkung, Selasa (3/9/19).



Dalam acara Merajut Kebersamaan Dalam Bingkai NKRI ini dihadiri juga oleh Forkopimda Kab.Klungkung sekaligus bersama sama dalam menyatukan sikap demi utuhnya dan tegaknya NKRI.


Baca :


Menurut Kapolres Klungkung dalam acara Merajut Kebersamaan Dalam Bingkai NKRI yang mengatakan bahwa sangat diperlukan rasa persatuan dan kesatuan yang tertanam disetiap warga Negara Indonesia. Seharusnya keberagaman yang ada bisa menjadi modal yang sangat besar untuk menjadikan NKRI sebagai bangsa yang kuat. Melalui kegiatan yang diselenggarakan Kapolres Klungkung juga berharap persatuan bangsa merupakan syarat yang mutlak bagi kejayaan Indonesia.

“Kita harus mampu menghidupkan kembali semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu. Keberagaman harus membentuk masyarakat Indonesia yang memiliki toleransi dan rasa saling menghargai untuk menjaga perbedaan.“ Ujar Kapolres AKBP Komang Sudana tegas.



Pada kesempatan itu, seluruh komponen yang hadir utamanya Forkominda Klungkung dan seluruh elemen masyarakat termasuk etnis dan siswa se-Kabupaten Klungkung, menyambut baik kegiatan yang membangun dan menjaga keutuhan NKRI ini dalam acara bertajuk Merajut kebersamaan dalam bingkai NKRI.

“Kita sebagai generasi muda sangat terkesan dengan kegiatan yang digelar ini, karena rasa nasionalisme kita belakangan ini mulai terkikis,” ujar salah seorang siswa yang hadir yang tidak mau disebutkan namanya. (ana/ger)